Ia tak pernah menyangka, anak yang dikenal sopan dan pendiam itu harus meregang nyawa secara tragis, hanya karena berada di waktu dan tempat yang salah.
Baca juga: Dari Antar Pesanan ke Maut: Kronologi Ojol Terlindas Rantis, Roda Besi Brimob Hentikan Napas Affan
Affan pergi bukan karena demo, melainkan karena tanggung jawab sebagai anak sulung yang tak pernah menolak membantu, bahkan saat Zulkifli sendiri merasa sungkan untuk meminta.
“Dari dia (sebagian besar ekonomi), dia yang bantu mama. Saya juga kalau enggak punya duit, minta sama dia. Kalau namanya ojol kan kadang ada kadang enggak,” ucapnya.
“Itu keadaan saya. Pas saya susah-susah yang enggak punya uang apa. Tumpuan saya dia,” katanya sambil menunduk.
Salah satu momen yang begitu membekas di hati Zulkifli adalah saat ia meminjam uang Rp 750.000 dari Affan untuk membayar motor.
“Udah sering saya minta sama dia. Takutnya dia enggak mau ngasih, pikiran saya gitu. Pas udah saya ngomong, ‘Dek, pinjamin ini bapak uang Rp 750.000 buat bayar motor’,” kisahnya lirih.
“(Affan bilang) ‘Ya udah mana rekeningnya?’ Dia langsung enggak ada ngomong lagi,” imbuhnya, menahan tangis.
Hari itu, tubuh Affan dibaringkan untuk terakhir kali di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Zulkifli berdiri terpaku, menyaksikan tanah merah perlahan menutupi jasad anak yang selama ini menjadi nyawanya dalam diam.
Perih tak terucap, kehilangan yang tak sanggup ia gambarkan dengan kata.
“Saya cuma minta keadilan aja,” ujarnya singkat sebelum menyalatkan jenazah anaknya.
Detik-detik Viral di Medsos
Peristiwa maut itu terjadi ketika rantis Brimob dengan sirine meraung melaju kencang ke arah massa aksi. Pendemo berhamburan, tapi Affan tak sempat menghindar.
Dalam video yang viral, mobil sempat berhenti sejenak setelah menabrak korban, lalu kembali melaju, hingga tubuh Affan tergilas. Teriakan histeris perekam video terdengar jelas:
“Ya Allah! Ya Allah! Keinjek itu, keinjek!”
Ratusan massa yang menyaksikan insiden itu murka, mengejar kendaraan taktis sambil melempari dengan berbagai benda. Namun, mobil berhasil meloloskan diri.