Polisi mengungkapkan bahwa tubuh DJ Tatae sudah berada di lokasi tersebut selama setidaknya tiga hari.
Ia ditemukan dengan dua luka tembak di bagian dahi, yang mengindikasikan pembunuhan secara brutal.
Proses Hukum dan Doa Sang Ayah
Ayah DJ Tatae kini tengah mempersiapkan prosesi keagamaan untuk putranya, sambil berharap agar pihak kepolisian segera menangkap dan mengadili para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan anaknya.
Sejauh ini, polisi telah menangkap satu orang tersangka dan sedang memburu setidaknya tiga tersangka lainnya yang masih menunggu dikeluarkannya surat perintah penangkapan.
Kematian tragis DJ Tatae menyoroti bahaya nyata yang dapat terjadi ketika seseorang tanpa sadar terseret dalam lingkaran kejahatan terorganisir.
Masyarakat pun berharap agar kasus ini bisa diusut tuntas demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)