"Saat itu saya sangat marah dan sedih.
Saya pikir anak saya adalah bahan tertawaan."
"Tetapi saya tahu guru anak saya baik.
Saya rasa saya tidak bisa mengendalikan amarah saya jika saya memarahi mereka.
Saya masuk ke kantor dan menangis karena saya sangat sedih," katanya.
Pembagian tersebut mengundang beragam reaksi dari warganet, yang umumnya kecewa dengan sikap sejumlah guru.
Bagi mereka, seorang guru harus menjaga sopan santun dan etika sebagai pendidik anak bangsa.
"Aku belum mendengar hal itu di ruang guru.
Sudah waktunya aku memarahinya saja, Kak ."
"Sekarang profesi guru bukan lagi sekadar passion.
Yang penting bisa dapat gaji.
"Banyak siswa saya yang sudah bekerja.
Sebagian lagi akan mengikuti Sertikat Pendidikan Malaysia.
Hal ini terjadi karena keterbatasan nansial dari keluarga mereka.
"Tapi saya tidak pernah mengolok-olok klausul mereka.
Saya paham mereka tidak hanya ingin bekerja," kata beberapa netizen.
(TribunTrends.com/Nafis)