Berita Kriminal

Pegi Bebas dari Tahanan Polda Jabar, Minta Ganti Rugi Ratusan Juta, Balik Nguli Bangun Rumah Impian?

Editor: Dhimas Yanuar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bebas dari tahanan Polda Jabar, Pegi Setiawan berencana kembali kerja hingga ingin bangun rumah masa depan.

TRIBUNTRENDS.COM - Buntut panjang dugaan salah tangkap Pegi Setiawan di kasus Vina Cirebon.

Salah tangkap ini bisa saja membuat Polda Jabar rugi besar, karena adanya permintaan ganti rugi oleh kubu Pegi Setiawan.

Tak sedikit uang yang harus diganti jika permintaan ganti rugi itu tembus, Polda Jabar harus membayar ratusan juta pada Pegi Setiawan.

Untuk diketahui, Pegi Setiawan resmi keluar dari tahanan Polda Jabar pada Senin (8/7/2024) malam setelah dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Sebab, status tersangka Pegi dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 silam dianggap tidak sah, kemduian dibatalkan.

Baca juga: Pegi Setiawan Bebas, Komjen Pol Purn Oegroseno Usul Ganti Rugi Salah Tangkap Seharusnya Rp 100 M

Setelah keluar penjara, Pegi kembali ke kampung halamannya, di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dan tiba pada Selasa (9/7/2024) sore bersama orang tua serta didampingi kuasa hukumnya.

Setelah menghirup udara bebas, Pegi menyatakan bakal kembali bekerja seperti dulu.

Adapun, Pegi diketahui merupakan seorang kuli bangunan di Kota Bandung, sebelum ditangkap dan dijadikan tersangka kasus pembunuhan Vina di Cirebon.

"Setelah ini mau pulang, istirahat, terus lanjut kerja," kata Pegi kepada awak media, Senin, dikutip dari TribunJabar.id.

Potret Pegi Setiawan akhirnya bebas dari tahanan Mapolda Jabar, resmi dibebaskan demi hukum dalam kasus Vina Cirebon. (KompasTV)

Selain itu, Pegi juga berencana membangun rumah untuk masa depannya kelak.

"Saya juga ingin membangun rumah sebagai tempat berteduh di masa depan," ucapnya, kepada media saat diwawancarai di kediamannya, Selasa, dikutip dari TribunJabar.id.

Pegi dan orang tuanya juga memiliki nazar tersendiri, yakni bersedekah di musala atau masjid.

"Nazar saya, seperti yang sudah saya bilang dari awal. Misalkan ada rezeki lebih, insya Allah saya ingin menyumbangkan ke musala atau masjid," ujar Pegi.

Soal kebebasannya ini, Pegi mengaku sangat bahagia sampai tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.

"Tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, saya sangat bahagia," ujarnya.

Halaman
123