TRIBUNTRENDS.COM - Bawa tas saat salat ternyata ada juga ketentuannya.
Apalagi jika tas ternyata bisa berpengaruh saat kekhusyukan dalam ibadah.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kekhusyukan saat mengerjakan salat termasuk menjaga barang-barang bawaan.
Biasanya, ada umat yang akan membawa tas saat salat di masjid.
Baca juga: Apakah Sah Ibadah Salat Tapi Kebelet & Menahan BAB atau Kencing? Buya Yahya Beri Penjelasan
Menurut Buya Yahya, tas tersebut sebaiknya ditaruh pada bagian depan saat anda mengerjakan salat.
Bukan tanpa alasan, Buya Yahya mengatakan, tas tersebut bisa dijadikan sebagai sutrah. Sutrah adalah alat penghalang agar saat seseorang sholat tidak ada yang berjalan di depannya.
Hal tersebut disampaikan Buya Yahya dalam ceramahnya yang diunggah melalui kanal YouTube Al Bahjah TV.
"Ibu-ibu tasnya yang banyak duit itu taruh di depan anda untuk jadi sutrah, jangan taruh di belakangnya," tegas Buya Yahya.
Selain tas bisa dijadikan sutrah, tas tersebut juga rentan dicuri orang lain.
Buya Yahya kemudian mengungkap setidaknya ada tiga kerugian jika anda tidak meletakkan tas di depan saat salat.
Pertama, anda tidak mendapatkan keutamaan salat.
Kedua, anda tidak khusyuk saat salat karena merasa khawatir tas bisa saja hilang.
Dan terakhir, tas berisiko dicuri orang lain jika diletkkan di belakang.
"Makanya kalau naruh tas di belakangnya ada tiga kerugian, pertama nggak mendapatkan keutamaan, kedua tidak khusyuk ketiga bisa saja hilang tasnya itu. Ayo yang pernah taruh ras di belakang, loh kenapa taruh ke belakang ? taruh depan jadikan sutrah," pungkas Buya Yahya.
Hukum Mengusap Wajah Setelah Membaca Doa Qunut, Begini Kata Buya Yahya
Bagaimana hukum mengusap wajah setelah membaca doa qunut? Simak penjelasan Buya Yahya dalam artikel ini.
Doa qunut adalah doa yang dipanjatkan saat salat Subuh, tepatnya pada raka'at kedua dilalukan setelah bangun dari ruku' dan I'tidal sebelum sujud.
Doa qunut menjadi salah satu sunnah yang bisa dilakukan saat salat subuh.
Dalam praktiknya terkadang kita melihat banyak jamaah yang mengusap wajahnya selesai membaca doa qunut.
Bahkan tak jarang kita sendiri melakukan hal demikian, mengusap wajah usai membaca doa qunut.
Namun apakah setelah membaca doa qunut subuh dilanjutkan dengan mengusap wajah layaknya selesai membaca doa pada umumnya di luar salat?
Adakah keharusan untuk mengusap wajah setelah selesai membaca doa qunut subuh dan bagaimana hukumnya?
Terkait hal tersebut, pendakwah Buya Yahya yang juga pendiri pondok pesantren LPD Al bahjah Cirebon melalui kanal YouTube Al Bahjah TV memberikan penjelasan.
Menurut Buya Yahya, memang dalam semua panjatan doa disunnahkan untuk mengusap wajah ketika selesai berdoa.
Namun hal demikian tidak berlaku usai membaca doa qunut subuh.
"Dalam semua panjatan doa disununnahkan anda mengusap wajah anda setelah doa, kecuali waktu doa qunut anda tidak usah mengusap wajah anda dengan tangan anda," kata Buya Yahya dikutip Serambinews.com, Rabu (26/6/2024).
Mengapa justru tidak dianjurkan mengusap wajah setelah selesai membaca doa qunut subuh?
Pasalnya kata Buya Yahya, hendaknya kita menghindari banyak gerakan dalam salat. "Karena di dalam salat hendaknya kita menghindari banyak geraakan-gerakan yang gak ada hubungannya dengan salat," sambung Buya Yahya.
Maka dari itu, setelah selesai membaca doa qunut subuh, bisa langsung dilanjutkan ke gerakan sujud tanpa mengusap wajah terlebih dahulu.
"Nggap usah diusap wajahnya, mengusapnya adalah makruh karena khawatir terjadi gerakan tiga gerakan, sebab kalau tangan ini dua (kanan dan kiri) nanti tambah kepala, bisa batal salatnya," timpal Buya.
Hanya saja kita tidak perlu menakut-nakuti orang untuk menjustifikasi bahwa salatnya batal apabila mengusap wajah. Dalam hal ini, pentingnya kita memberitahu ilmu dengan cara yang baik.
"Cuman kita tidak perlu, jangan terlalu nakut nakuti orang juga, dikit-dikit batal, justru kita beritahu itu ilmunya," pungkas Buya Yahya.
(*)
(Serambinews.com/Firdha Ustin)