"Sewaktu Pak Harto melempar jamrah, banyak kaum muslimin melambaikan tangan dan mengelu-elukan Pak Harto dengan berteriak Assalamu'alaikum Rois Indonisi, Assalamu'alaikum Rois Indonisi," kata Sutrimo (hal 287). Kata "Rois Indonisi" artinya "Presiden Indonesia".
Para sineas di tanah air juga tak kurang memberikan sambutan.
Produk Film Negara (PFN) sampai membuat film yang diambil dari kisah perjalanan Haji Pak Harto, judulnya, "Ya Allah Aku Datang".
Baca juga: 5 Cucu Cendana Ini Dikenal Paling Rupawan, Putra Putri dari Tommy Soeharto dan Bambang Trihatmodjo
Film ini diproduseri oleh Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto dan konglomerat H Sudwikatmono yang kala itu pemilik jaringan Bioskop 21.
Bertindak selaku sutradara dan penulis skenario HM Johan Tjasmadi.
Semenjak itu, di awal nama Soeharto tersemat Haji Muhammad Soeharto.
Setahun kemudian, pada 1992, Golkar meraih kemenangan besar dalam Pemilu.
Kabarnya, hal itu salah satunya dipicu oleh berita-berita dan gambar Pak Harto berangkat haji.
Jejak Karier Soeharto Sebelum Terjun ke Militer, Ternyata Pernah Jadi Pegawai Bank Setelah Lulus SMA
Kisah perjalanan karier Soeharto sebelum terjun ke dunia militer memang menarik untuk dikulik.
Karier militer mengantarkan Soeharto ke dunia politik hingga menjabat sebagai Presiden Indonesia.
Di militer, Soeharto mendapat julukan The Smiling General.
Sebelum terjun ke militer, Soeharto ternyata pernah bekerja sebagai pegawai bank.
Baca juga: Kisah Masa Kecil Soeharto, Diasingkan Orangtua, Dulu Isunya Anak Bangsawan Dititip ke Orang Biasa
Soeharto lahir 8 Juni 1921, seperti orang jawa pada umumnya ia menggunakan nama Soeharto tanpa menggunakan nama belakang.
Dalam catatan sejarah, beliau adalah seoang anak dari pedagang dan pejabat kecil di Yogyakarta.