Keluarga Cendana

Kisah Soeharto Kecil Kesal Dipanggil 'Den Bagus', Diejek Buangan Priyayi: Sudah Miskin Masih Dihina

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Soeharto merasa kesal dipanggil 'Den Bagus', padahal dirinya bukan berasal dari keluarga bangsawan.

Dan bukan kali ini saja Jenkins menulis tentang Soeharto.

Bahkan buku sebelumnya yang berjudul Soeharto and His Generals membuat Jenkins sempat dilarang masuk Indonesia hingga tahun 1993.

Tapi berkat jasa Jenderal Soemitro, dia bisa kembali bekerja di Indonesia hingga 15 tahun kemudian.

Politikus Australia, Gareth Evans menggambarkan Soeharto dengan dua kata: multi dualisme.

Menurutnya, Soeharto adalah sosok pemimpin dan negarawan yang berwawasan ke depan, tapi di sisi lain dia adalah seorang diktator.

Soeharto murah senyum dan sederhana, tapi kejam.

Soeharto menyayangi menteri-menterinya yang bisa bekerja, tapi korup. Soeharto bisa membangun ekonomi, tapi mematikan demokrasi.

Menurut Jenkins, Soeharto adalah sosok yang berhasil melesat walau perjalanan hidupnya penuh dengan pergulatan, bahkan sejak bayi.

Ayahnya bernama Karterejo, seorang pengatur pengairan desa, ibunya Sukirah yang adalah istri kedua Karterejo.

Ketika usia Soeharto belum 40 hari, ibunya meninggalkannya.

Konon katanya, Sukirah yang stres setelah melahirkan Soeharto menghilang.

Seminggu kemudian, dia ditemukan di atas rumah dalan keadaan sudah lemas.

Kelak di kemudian hari, persoalan ini menjadi semacam desas-desus di kalangan para elite hingga puluhan tahun kemudian.

Muncul rumor jika ayah dan ibunya tidak harmonis karena sejak awal Sukirah telah hamil dengan bangsawan tapi dibuang ke desa dan dinikahi Kertorejo.

Tapi isu dibantah oleh Soeharto, dia menegashkan bahwa dirinya bukan berdarah biru.

Halaman
123
Tags: