Berita Viral

Wajahnya Disebar Pakai AI, YouTuber Wanita Ukraina Disebut-sebut Mendukung Rusia dan China

Penulis: Dhimas Yanuar NR
Editor: Dhimas Yanuar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Betapa kagetnya seorang YouTuber Ukraina wajahnya disebar di Internet mendukung perang Rusia dan Tiongkok, ternyata gegara AI.

TRIBUNTRENDS.COM - Artificial Intelegence atau AI adalah salah satu inovasi terbaru di zaman modern.

AI sendiri memang membawa berbagai keuntungan dan kemudahan, tetapi di sisi lain bisa menghancurkan orang.

Seperti yang dirasakan oleh seorang YouTuber dari Ukraina ini yang menemukan kloning Artificial Intelegence di berbagai media sosial, khususnya di China.

Jadi, wajah YouTuber ini disalin oleh orang dan dengan menggunakan AI, lalu video tersebut disebar membawa narasi mendukung perang di Rusia hingga meninggikan negara China.

Yap, bak film Black Mirror, wajah Olga Loiek disalin dan disebar di media sosial tanpa izin.

Baca juga: Influencer China Jatuh Cinta dengan AI, PD Diterima, Kenalkan ke Ibu Kandung, Terinspirasi Film Her?

Sebagai warga Ukraina, Olga sendiri pasti mendukung negaranya yang sedang diserang Rusia.

Tetapi, gegara wajahnya disebar dan dicopy oleh AI, ia memiliki profil-profil instagram yang bukan dari dirinya yang mempromosikan Rusia.

Olga sendiri adalah mahasiswi Ilmu Kognitif & Komputasi di Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat.

Olga Loiek juga memiliki satu akun YouTube, yang isinya konten bertopik 'penemuan jati diri' dan 'kelelahan'.

Namun, pada tahun 2023, pengalamannya menggunakan platform online menjadi mimpi buruk ketika dia menemukan versi AI wajahnya digunakan dalam berbagai video di berbagai saluran media sosial - dari China hingga Rusia.

Semua terungkap ketika dirinya baru satu bulan membuat konten di YouTube.

Olga menerima pesan dari banyak orang yang menyebut bahwa mereka melihatnya di berbagai platform media sosial China.

Belum lagi Olga bisa berbahasa mandarin di video yang viral itu.

Setelah Olga menggali lebih dalam, dalam laporan BBC, Olga menyebut bahwa wajahnya digunakan secara ilegal di berbagai akun sosial media di China.

Halaman
12