Namun, dia juga bahagia lantaran bisa menunaikan ibadah haji di usianya yang terbilang sangat muda, dan tak perlu menunggu lama-lama untuk berhaji.
"Namun, yang membuat saya paling sedih itu karena seharusnya saya yang mengantarkan ayah berangkat haji. Sekarang jadinya beliau dan keluarga yang mengantarkan saya," ungkapnya.
Meski bukan anak pertama, Zulfikar yang ditunjuk menggantikan ayahnya. Keputusan itu, ungkap Zulfikar, merupakan hasil musyawarah keluarga lantaran kakaknya juga tidak bisa menggantikan sang ayah karena alasan tertentu.
"Akhirnya saya yang berangkat menggantikan ayah, sekaligus menemani ibu beribadah haji," ujar Zulfikar, yang kini tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka), Jakarta itu.
Seharusnya, kata Zulfikar, tahun ini ayah dan ibunya bisa menunaikan ibadah haji bersama.
Tapi karena kakaknya berhalangan, ialah yang akhirnya dipilih menggantikan ayahnya berangkat ke Tanah Suci.
Baca juga: Kisah Lansia Tukang Parkir asal Bojonegoro, Rajin Nabung Demi Naik Haji 2024, Sisihkan untuk Sedekah
Ibunda Zulfikar, Ida Mahmudah, mengatakan, ia dan suaminya mendaftar haji bersama-sama karena berencana menunaikan ibadah haji berdua.
"Sedih, sedih banget karena suami tidak bisa berangkat. Harusnya kan kami berdua, tapi ternyata tidak bisa," kata Ida.
Kendati demikian, Ida dan keluarga meyakini bahwa semua ini sudah takdir dari Allah.
Dia bersama semua keluarga pun menerimanya dengan ikhlas.
"Semoga ada hikmah di balik ini semua. Saya berencana akan menggunakan waktu selama di Tanah Suci untuk mendoakan suami," tuturnya.
***