Kades yang biasa tampil dengan wajah penuh riasan itu nyatanya juga memiliki rumah megah nan berkelas.
Melalui akun TikTok-nya, Wiwin kerap memamerkan kondisi rumahnya.
Terlihat di beberapa video, Wiwin menunjukkan penampakan dalam rumahnya yang dipenuhi dengan barang-barang mewah.
Baca juga: Ramah dan Baik Warga Ungkap Watak Ayah Tali Kasih, Mantan Kades Gelar Pesta Ultah Mewah untuk Anak
Wiwin Komalasari rupanya mengoleksi guci besar, lemari tinggi, dan beberapa sofa.
Guna menghias rumahnya, Wiwin memadu-padankan warna keemasan mulai dari perabotan hingga wallpaper tembok huniannya.
Tak cuma itu, rumah Wiwin juga dilengkapi dengan lampu gantung nan mewah yang jumlahnya lebih dari dua buah.
Perihal rumah mewah sang kades Gunung Menyan, publik pun menyorotinya.
Hingga akhirnya diketahui bahwa Wiwin telah memiliki rumah megah tersebut jauh sebelum dirinya jadi kades.
"Kehidupan saya (dulu) jauh berbeda.
Dengan saya ke masyarakat itu bisa enggak sih, tapi saya percaya, niatan saya ibadah memperbaiki diri, bagaimana saya dicintai masyarakat," pungkas Wiwin.
Baca juga: Reaksi Kades Wiwin Komalasari Kepergok Tenteng Tas Rp 700 Juta saat Demo di DPR, Senyum-senyum
Dicintai Warga
Penampilannya menuai kontra di hati khalayak, sosok Wiwin Komalasari nyatanya dicintai warga Desa Gunung Menyan.
Dalam wawancara di Net TV, salah seorang warga Desa Gunung Menyan bernama Een mengakui kebaikan hati Wiwin selaku kades.
"Sebelum jadi lurah aja dia (Wiwin) udah dekat sama masyarakat.
Dari dulu (Wiwin) emang seperti itu, emang nyentrik," akui Een.
Selain Een, Sekretaris Desa Gunung Menyan Erwin juga mengurai hal serupa.
Diakui Erwin, Wiwin memang sudah kaya raya dari dulu.
"Dia itu orang yang dermawan dan suka berbagi.
Dia sudah melanglang buana ke mana saja untuk mencari rezeki, alhamdulillah pilihannya berhenti untuk mengabdi di sini," kata Erwin.
Sosoknya disukai warga dan masyarakat Kabupaten Bogor, Wiwin mengurai triknya.
Ternyata selama ini Wiwin kerap bersedekah dan dekat dengan masyarakat.
"Awal-awal saya sering santunan anak yatim dan janda.
Alhamdulillah sudah delapan tahun tiap bulan itu berjalan.
Saya selalu mencari ke wilayah, saya senang sama ibu-ibu janda yang sudah tua, anak yatim," ungkap Wiwin.
"Saya pengin sisa hidup saya bermanfaat, saya pengin buat sejarah kepemimpinan saya itu dikenang baik oleh masyarakat, untuk kebanggaan anak-anak saya," sambungnya.
Diolah dari artikel TribunJakarta.com dan TribunnewsBogor.com.