Dia menilai di bidang pengembangan UMKM, komitmen para stakeholder dalam mendorong pelaku usaha untuk mandiri dibutuhkan kolaborasi yang konsisten.
Begitu pula di bidang pendidikan, juga perlu adanya komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah DKI Jakarta.
”Saya terus mendorong upaya pendampingan kepada pelaku UMKM serta membantu mengakses permodalan," kata Farah.
Sedangkan untuk di sektor pendidikan, Farah fokus untuk mendorong pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan serta mengoptimalkan beasiswa kepada siswa-siswi yang berprestasi.
Di sisi lain, dalam bidang layanan sosial kemasyarakatan, ia berkomitmen untuk terus membantu memperjuangkan keterwakilan hak, isu dan pemberdayaan perempuan dan pemuda untuk meningkatkan produktivitas.
"Termasuk mendorong peran aktif pelaku usaha koperasi untuk turut serta membangkitkan perekonomian masyarakat," tuturnya.
Tukang Servis TV jadi Caleg Nganjuk, Penyandang Disabilitas, Tak Pasang Baliho, Ini Caranya Kampanye
Latar belakang para caleg yang maju di Pemilu 2024 ini cukup beragam.
Mulai dari politisi, artis, hingga orang yang berprofesi tak terduga tiba-tiba nyaleg.
Kali ini seorang tukang servis TV juga maju mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
Sosok caleg viral yang sama sekali tak memasang baliho guna meraup suara pemilih belakangan jadi sorotan.
Tak seperti saingannya yang lain, caleg asal Nganjuk, Jawa Timur bernama Sujono itu justru memakai cara untuk guna berkampanye.
Baca juga: JELANG Pemilu 2024, RSUD dr Soedirman Kebumen Sediakan Bangsal Jiwa, Antisipasi Caleg Gagal & Stres
Untuk diketahui, Sujono merupakan penyandang disabilitas yang maju sebagai calon legislatif DPRD Ngajuk, Jawa Timur.
Sehari-hari, pria berusia 48 tahun tersebut bekerja sebagai tukang servis televisi keliling.
Kini ia memantapkan tekadnya untuk menjadi caleg DPRD.