Semoga semua permalasahan bisa terselesaikan," tandasnya.
Sementara, Budiman (40) warga Desa Maniskidul, mengatakan, informasi heboh dugaan kekerasan hingga menimbulkan korban jiwa itu benar.
"Soal ada santri yang meninggal dan banyak diceritakan di warung kopi, emang benar terjadi.
Namun penyebab utuhnya dan kasusnya itu tidak tahu detail," katanya.
Viral di Media Sosial
Informasi tindak kekerasan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah ini diunggah sejumlah akun media sosial, salah satunya @gennrabani123
Korbannya bernama Hilmi, dia meninggal diduga dianiaya santri senior.
Unggahan di medsos itu memperlihatkan korban perundungan yang meninggal, setelah mendapat perawatan medis di pusat pelayanan kesehatan pemerintah setempat.
Terlihat foto korban berlatar hitam putih itu bertuliskan, usut tuntas Hilmi (korban) tampak tertera di bagian atas figuran foto tersebut.
Sedang, caption berbeda di bagian bawah itu bertuliskan penjarakan para biadab.
Baca juga: MIRIS! Pelajar SMA Bully Bocah SD di Bekasi Gegara Main Bola, Diejek hingga Badan Diputar-putar
Selain itu, dalam komentar akun Instagram itu terdapat artikel panjang yang menuliskan keprihatinan pemilik akun tersebut.
"Inilah hasil dari sistem tarbiyah amburadul, yang dihasilkan adalah penindas-penindas yang tak soal ilmu apalagi adab, tapi nyali yang bodoh.
Memaksakan ideologi tertentu, abai dengan kebutuhan yang mendesak terkait sikap dan intelektual santri.
Sibuk menambah jumlah, benar-benar lupa akan penting menyeimbangkan kapasitas pengawas dan pengajar.
Getol meyakinkan calon walisantri untuk menitipkan anaknya.