Peristiwa tersebut terjadi di rumah kontrakan pelaku SK pada Minggu (22/10/2023) sekitar pukul 17.00 Wita.
Awalnya, pelaku meminta ibu korban untuk membantu memasak dan bersih-bersih.
Saat sang ibu memasak dan bersih-bersih, korban lalu digilir oleh dua pelaku.
Usai melancarkan aksinya, para pelaku justru tak mengakui perbuatannya meski korban sudah mengeluh kesakitan.
Baca juga: 10 Tahun Pacaran, PM Italia Giorgia Meloni Putuskan Pacarnya Gegara Ucapan Cabul ke Wanita Lain
Kejadian itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randya Shaktika Putra.
"Kedua pelaku merupakan pekerja swasta, dan mereka tidak mengakui perbuatannya terhadap korban yang masih berusia lima tahun tersebut," ujarnya saat dihubungi, Minggu (29/10/2023).
Randya menuturkan, peristiwa tersebut terjadi saat ibu korban ingin meminjam sejumlah uang kepada salah satu pelaku yang merupakan temannya.
Ibu korban berstatus janda dan hanya tinggal berdua bersama korban.
Dia terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama putrinya.
"Pelaku RM menjemput korban dan ibunya untuk dibawa ke rumah kontrakan milik temannya SK yang akan meminjaminya uang.
SK meminta ibu korban untuk membantu memasak, dan bersih-bersih," katanya.
Selama ibu korban berada di rumah kontrakan tersebut, anaknya berada dalam kamar.
Ibu korban pun membersihkan rumah serta memasak, dan tidak bisa selalu mengawasi anaknya.
"Setelah pekerjaannya selesai pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, ibu korban masuk kamar melihat anaknya.
Saat itu, anaknya mengeluhkan sakit," kata Randya.