Padahal kesalahan mereka tergolong sepele.
Mereka hanya ditemukan bermain sumpit-sumpitan menggunakan sedotan bekas es cendol di dalam kelas pada Senin (18/09/2023) lalu.
Namun, kepala sekolah, yang berinisial SEEH, memberikan hukuman yang sangat ekstrem kepada ketiga murid tersebut.
Hukuman yang diberikan kepada ketiga murid ini termasuk menjilat tembok, kaca, dan pintu sekolah, serta menelan kertas buku. Mereka juga tidak diizinkan pulang ke rumah sebelum hukuman tersebut dilaksanakan.
Baca juga: Kritik Kepsek SMPN 1 Ponorogo, Wali Murid Tak Setuju Soal Iuran Rp 1,7 Juta untuk Mobil Baru: Mikir!
Pengakuan ketiga siswa ini terekam dalam sebuah video berdurasi 4 menit 11 detik. JT, salah satu dari ketiga murid tersebut, mengaku bahwa mereka dianiaya oleh kepala sekolah karena perbuatan sepele tersebut.
"Setelah itu, ibu suruh kami tiga jilat tembok, jilat pintu, dan jilat kaca.
Setelah itu makan kertas dan telan," ungkap JT.
Dia juga menyebut bahwa jika mereka tidak menelan kertas, mereka tidak akan diizinkan pulang.
Selain itu, JT dan SB juga mengaku dipukul oleh Bu Kepsek menggunakan kayu.
JT bahkan mengalami tiga kali pukulan, sedangkan temannya, SB, dipukul sekali.
Akibat pemukulan tersebut, JT mengalami luka di lengan kiri bagian atasnya
Reaksi Orang Tua Korban
Sementara itu Domi Toni mewakili orang tua korban menilai, pembinaan yang dilakukan kepala sekolah (SH) sudah berlebihan.
"Kami bukan tidak mau anak kami dibina jika lakukan kesalahan, tetapi bukan pembinaan seperti ini yang harus diterima anak-anak kami.
Untuk itu, biar kami lapor ke polisi agar selesaikan persoalan ini," ujarnya.