Ia menjelaskan, informasi sementara sampai saat ini korban merupakan murid kelas XI, dan sedangkan terduga pelaku adalah kelas XII.
Monica Fitria menyebutkan untuk kejadian ini terjadi pada saat para murid sudah pulang sekolah dikarenakan adanya kegiatan, dan dugaan penganiayaan ini terjadi di luar lingkungan sekolah.
"Pastinya kronologi kejadian ini belum 100 persen dapat disimpulkan, karena saat itu murid sudah pulang. Kami dari pihak sekolah dihubungi setelah kejadian ini berakhir dan korban sudah berada di rumah sakit," kata Monica Fitria.
Dikatakannya, rekaman video yang tersebar hanyalah potongan dari kejadian dugaan penganiayaan.
Selanjutnya diminta keterangan dari teman-teman korban dan pelaku, namun kronologi yang didapatkan beragam.
Baca juga: ASTAGA! 2 Hari Hilang, Pria di Pasuruan Ternyata Tewas, Mayat dalam Karung, Ada Bekas Penganiayaan
Oleh karena itu. Monica Fitria mengatakan akan meminta keterangan dari korban dan pelaku, selanjutnya dilakukan pertemuan antara kedua belah pihak.
"Saat ini korban sudah pulang ke rumah, dikarenakan tidak bisa dirujuk menggunakan BPJS, bisanya umum.
Selain itu, keluarga korban termasuk kurang mampu, sehingga tidak mampu membayar sebagai pasien umum," katanya.
Ia menyebutkan pihak sekolah telah melihat korban setelah mendapat lapor, dimana awalnya dibawa ke Puskesmas terdekat.
Namun, pada saat hari kejadian hanya fokus perawatan korban dikarenakan kondisinya.
Sepulang pihak sekolah dari Puskesmas, didapatkan informasi kalau korban berinisial AH dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan terhadap luka yang didapatkan.
"Selanjutnya keluarga korban melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, diduga karena pihak pelaku belum ada datang melihat kondisi korban," kata Monica Fitria.
Monica Fitria menjelaskan bahwa pelaku pada saat kejadian memakai baju bebas dan datang bersamaan dengan masyarakat yang bukan murid SMAN 1 Sungai Beremas.
Sedangkan korban berseragam sekolah.
"Informasi sementara, pihak pelaku yang membawa rombongan dan beberapa siswa lainnya yang membantu korban. Itulah yang terlibat kejadian ini," katanya.