TRIBUNTRENDS.COM - Setelah dibongkar teman sekolah, kini satu per satu kebohongan Viky kembali dikuliti orang-orang terdekatnya.
Diketahui, Viky sendiri merupakan sosok yang tengah viral karena mengaku jalan kaki ke sekolah sejauh 16 kilometer.
Dalam salah satu pengakuannya, Viky harus bekerja sebagai juru parkir selama 8 tahun untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Viky mengaku menjadi juru parkir sejak kelas 5 SD, ketika ayahnya jatuh sakit stroke.
Baca juga: Saya Capek Ngurusin Dia! Curhat Guru Muak Hadapi Tingkah Viky di Sekolah, Nyesel Pernah Bantu Ini
Rupanya pengakuan Viky tersebut dibantah oleh teman tongkrongannya.
Menurut mereka, kenyataannya tidak seperti apa yang diucapkan Viky selama ini.
Ambon (15) teman Viky mengungkap, tempat parkiran yang diakui oleh Viky sebetulnya dikelola oleh Karang Taruna setempat.
Pemuda yang menjadi juru parkirnya dengan jadwal yang diatur per dua jam sekali.
Sehingga, soal pengakuan Viky yang menjadi juru parkir selama 8 tahun, dibantah oleh Ambon.
Menurutnya, Viky hanya markir sesekali dan hanya kalau tidak punya uang.
"Kalau markir jarang sih, keitung jari.
Terakhir pas saya nongkrong sama dia itu 2019-an, enggak rutin," katanya, dilansir TribunTrends.com dari TribunJakarta.com, Minggu, (4/6/2023).
Hal sama diutarakan Dila (20), remaja yang juga teman tongkrongan Viky.
Dila mengatakan, Viky markir hanya jika dia mau alias tidak rutin seperti pengakuannya.
"Terakhir 2018-an lah. Lima tahun lalu.
Semau dia, markir mah markir, enggak mah enggak," kata Dila.
Dila pun menasihati Viky agar berbicara sesuai fakta.
"Ya kalau ngomong yang benar dah.
Banyak juga orang susah di luar sana yang lebih-lebih dari dia gitu yang harus ditolong," pungkasnya.
Baca juga: Banjir Kritik, Keluarga Viky Tetap Santai Umbar Kemiskinan, Ngaku Jarang Makan Bakso: Sudah Lama
Penghasilan Viky jadi juru parkir
Di program Podcast Kode Kompas TV, Minggu (28/5/2023), Viky mengaku delapan tahun ia menjadi juru parkir.
Semua itu dilakukannya demi menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya sakit stroke.
"Dari kelas V SD, buat jajan saya. Saya terkadang juga buat orang tua juga," kata Viky pada program tersebut.
Beda dengan pernyataan Ambon, Viky mengaku hanya menjadi juru parkir satu jam sekali.'
Dari situ ia mendapat Rp 10.000 sampai Rp 20.000.
"Saya sejam, kalau ramai ya bisa 20 lebih, kalau sepi ya 10."
"15 ribu harus mengidupi ayah ibu dan adik tiga, Alhamdulillah cukup," kata Viky.
Pengakuan Viky soal menjadi juru parkir juga pernah diungkapkannya di program TV Pagi-Pagi Ambyar, Rabu (25/5/2023).
Viky menjelaskan bahwa ayahnya yang mulanya memiliki bisnis jualan ikan hias, mengalami stroke sejak delapan tahun silam.
"Bapak Sakit, stroke ringan."
"Delapan tahun," kata Viky.
Viky lantas menceritakan dirinya menjadi tulang punggung keluarga dan mencari nafkah dengan cara jadi juru parkir.
"Saya kadang markir, buat kebutuhanlah, ibu, bapak, dari pada saya naik angkot kan, sayang, mending buat di rumah sja. Saya jalan kaki saja," kata dia.
"Paling malam, itu sejam. Paling pendapatan itu kalau sepi Rp 10 ribu kalau ramai bisa Rp 20 ribuan," tambahnya.
Baca juga: VIRAL Viky Disuruh Belajar di Rumah, Terbongkar Fakta Soal Absen, Guru Khawatir: Gak Usah ke Sekolah
Viky Ngaku Jarang Makan Bakso
Meski kebohongan demi kebohongan mulai terbongkar, namun keluarga Viky masih santai umbar kemiskinan.
Yang terbaru, keluarga Viky mengaku jarang memakan bakso.
Hal tersebut diketahui dari unggahan akun TikTok @terdalam_.
Diketahui pemilik akun TikTok tersebut bernama Dani.
Dani adalah orang yang memviralkan video mengenai Viky.
Dalam unggahan terbarunya, Dani sedang berkunjung ke rumah Viky yang berada di Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan.
Dani membawakan bakso untuk keluarga Viky.
"Ini nih ada yang beli bakso jalan buntu tapi buat ibu katanya jadi saya bawa nih sekalian," ujar Dani kepada ibu Viky.
"Terima kasih buat baksonya, kayaknya enak," kata Ibu Viky.
"Pastilah bu," jawab Dani.
Baca juga: AKHIRNYA Muncul! Ibu Viky Nangis Diomongi Tetangga Punya Mobil & Motor: Sembarangan, Udah Digadai!
Lantas ibu Viky bergegas menghangatkan bakso yang dibawa oleh Dani.
Dani bercengkerama dengan ibu Viky yang sedang menghangatkan bakso.
"Ibu suka makan bakso kan?" tanya Dani.
"Iya senang," jawab ibu Viky.
"Sebelumnya pernah bikin bakso enggak bu?" tanya Dani.
"Enggak pernah," jawab ibu Viky.
Dani dan ibu Viky bercengkerama dengan begitu asyik.
Setelah beberapa saat bakso tersebut sudah matang dan siap dihidangkan.
Ibu Viky dan Viky pun memakan bakso tersebut bersama-sama.
Adapun karena faktor ekonomi, ibu Viky mengaku sudah lama tidak memakan bakso.
"Terakhir makan bakso kapan bu?" tanya Dani.
"Enggak tahu (sudah lama)," jawab ibu Viky sambil tertawa.
Lantas ibu Viky tak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberikan bakso tersebut.
"Makasih yang ngasih bakso udah ngirimin bakso, biar rezekinya lancar," kata ibu Viky.
Artikel ini diolah dari TribunnewsBogor.com
Penulis: tsaniyah faidah