Warga melapor
Warga selanjutnya melapor ke ketua RW yang diteruskan ke pihak kelurahan dan kepolisian.
Di hadapan petugas, rantai di kaki R akhirnya dilepaskan.
R segera mendapatkan perawatan oleh warga dengan diberi makan dan dimandikan.
"R seneng banget dan bilang mau dibawa ke panti. R sampai ngomong Terimakasih ya Allah saya bebas dari ayah bunda, dadah ayah, aku bebas dari ayah," tulis Fanny.
Singkat cerita, orangtua R masing-masing berinisial P dan A dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Warga meminta polisi agar melakukan tindakan hukum.
Informasi yang ada ayah R sehari-hari bekerja sebagai sopir.
Sedangkan istrinya berprofesi guru untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Akui lakukan kekerasan
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki menyebut, orangtua R mengakui melakukan kekerasan terhadap anaknya.
Keduanya belum lama melakukan penyiksaan kepada R.
Namun, polisi belum dapat mengungkap motifnya.
"Pengakuannya baru, akan kita dalami, dan akan kita visum," kata Hengki, dikutip dari TribunJakarta.com.
Selain P dan A, polisi juga membawa sejumlah barang bukti termasuk rantai ke kantor polisi.
Hengki menambahkan, R sudah dirujuk ke rumah sakit sebelum dititipkan ke Kemensos.
(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(TribunJakarta.com/Rr Dewi Kartika H)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Anak Dirantai di Bekasi, Kabur dari Rumah karena Kelaparan, Orangtua Akui Lakukan Kekerasan