Demo Buruh
7 Brimob Diperiksa Atas Tewasnya Affan Kurniawan, Sopir Rantis: 'Saya Harus Menyelamatkan Penumpang'
Affan Kurniawan driver tewas dilindas rantis Brimob. 7 Brimob diperiksa, sopir rantis berikan keterangan.
Editor: Suli Hanna
TRIBUNTRENDS.COM - Layar-layar ponsel mendadak dipenuhi ribuan pasang mata.
Di tengah derasnya gelombang duka dan amarah publik, Divisi Propam Polri mengambil langkah tak biasa, menyiarkan secara langsung pemeriksaan terhadap tujuh anggota Brimob yang terlibat dalam insiden maut yang merenggut nyawa Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online yang tewas dilindas rantis Brimob saat kerusuhan demonstrasi di Jakarta Pusat.
Pukul 14.00 WIB, satu per satu anggota Brimob berseragam hijau memasuki ruang pemeriksaan.
Tak ada lagi wajah dingin khas aparat.
Yang terlihat adalah tatapan cemas, tubuh tegang, dan sorotan kamera yang tak kenal ampun.
Di balik layar, lebih dari seribu pengguna menyaksikan langsung proses yang biasanya hanya terjadi di balik pintu tertutup.
Pengakuan dalam Kepungan: Panik, Batu, dan Bom Molotov
Saat giliran sopir kendaraan taktis tiba, suasana berubah.
Wajahnya tampak pucat, suaranya gemetar ketika menjawab pertanyaan yang menggali kronologi kejadian.
Ia mengaku tidak sadar telah menabrak seorang pengemudi ojek online.
Pikiran saat itu, katanya, hanya tertuju pada satu hal: menyelamatkan nyawa rekan-rekannya dari kepungan massa yang kian beringas.
"Itu mobil apabila saya berhentikan habis Pak, karena mereka melempar memakai batu, bom molotov, botol. Saya sebagai driver saya harus menyelamatkan penumpang saya."
Tegas, namun ada ketakutan yang belum luruh.
Ia ulang kembali ucapannya, seperti ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang ia lakukan adalah satu-satunya pilihan.
"Kalau saya berhenti habis pokoknya."
Ia menyebut hanya punya waktu lima menit untuk mengambil keputusan hidup dan mati.
"Lima menit lewat selesai kami. Akhirnya Alhamdulillah Tuhan kasih kami jalan dan masuk kita ke jalan itu dan selamat lah kita."
Menurutnya, dalam situasi seperti itu, tidak ada ruang untuk berpikir tentang apa pun selain melindungi mereka yang berada di dalam kendaraan.
"Yang saya pikirkan manusia yang ada di dalam kendaraan harus selamat. Saya hanya berpikir seperti itu, harus segera sampai saya."
"Jadi maju kami mati, mundur pun kami mati."
Ketika ditanya soal Affan, sopir itu mengaku tak sadar. Ia menyangka kendaraan hanya melindas tumpukan batu.
Baca juga: 7 Fakta Pilu Affan Kurniawan, Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob saat Demo DPR, Sempat Antar Pesanan

Affan: Bukan Demonstran, Hanya Anak Muda yang Sedang Bekerja
Namun di sisi lain cerita ini, ada seorang pemuda yang seharusnya bisa pulang malam itu, membawa pesanan pelanggan dan sedikit uang untuk keluarganya.
Namanya Affan Kurniawan. Usianya baru 21 tahun. Ia bukan aktivis, bukan provokator. Ia hanya bekerja.
Hafidz, rekan sesama ojol yang menyaksikan langsung kejadian tragis itu, menceritakan dengan suara tercekat:
"Dia nggak ikut demo, lagi mau nyeberang kena mobil Barracuda ngebut, jadi kelindes. Saya ada di TKP, saya lagi lihat orang tawuran. Teman-teman langsung bawa ke RS, diperjalanan nggak ketolong. Meninggal pas perjalanan."
Kenangan tentang Affan masih hangat di benak rekan-rekannya. Sosok ceria yang sering menghidupkan suasana, kini tinggal kenangan.
"Nongkrong tergantung dapatnya di mana. Affan itu suka bercanda, ketawa-ketawa, itu aja sih. Saya terakhir ketemu kemarin pas mau anter food, anterin orderan."
(TribunTrends.com/ WartaKotalive.com/ Disempurnakan dengan bantuan AI)
Sumber: Warta Kota
Siapa 7 Anggota Brimob Diperiksa Atas Meninggalnya Affan Kurniawan? Kompol, Aipda, hingga Baraka |
![]() |
---|
7 Brimob Diperiksa Atas Tewasnya Affan Kurniawan, Sopir Rantis: 'Saya Harus Menyelamatkan Penumpang' |
![]() |
---|
Zulkifli Baru Pulang dari Ngojek, Kaget Dikabari Putranya Affan Kurniawan Tewas: 'Dia Cuma Kerja' |
![]() |
---|
Wajah-wajah Tegang 7 Personel Brimob Pelindas Affan, Driver Ojol Hingga Tewas, Link Streaming |
![]() |
---|
Jeritan di Pemakaman Affan Kurniawan, Kapolda Diteraki 'Pembunuh!', Dilempari Botol |
![]() |
---|