Sosok Nafa Arshana, Komentar soal Prada Lucky Bikin Murka Keluarga, Kini Ciut Minta Maaf
Inilah sosok Nafa Arshana, istri TNI yang sempat berkomentar tentang kematian Prada Lucky yang tragis. Kini ciut minta maaf.
Editor: Suli Hanna
Pergaulannya luas, malah lebih dari saya."
20 Orang Tersangka, Proses Hukum Ditegakkan
Penyelidikan atas kematian Prada Lucky terus berlanjut.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 20 personel TNI telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak berwenang.
Mereka diduga terlibat dalam tindak kekerasan yang berujung kematian, mulai dari pemukulan dengan tangan hingga menggunakan selang.
Daftar pelaku mencakup berbagai jenjang pangkat, termasuk satu perwira.
Nama-nama seperti Letda Inf Thariq Singajuru, Sertu Rivaldo Kase, hingga beberapa prajurit berpangkat Pratu masuk dalam daftar panjang yang mengejutkan publik.
Di kediaman keluarga Lucky di Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto hadir secara langsung untuk menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada keluarga.
"Laporan sementara saat ini semua sudah ditangani.
Seluruhnya 20 tersangka yang sudah ditahan, kemudian ditindaklanjuti pemeriksaan lanjutan.
Ada satu orang perwira," ungkapnya kepada media.
Piek menegaskan bahwa tidak akan ada tebang pilih dalam proses hukum.
"Siapapun yang melakukan perbuatan ini harus diusut, tidak pandang bulu.
Seluruhnya harus kita periksa sesuai mekanisme hukum, dan kita sesuaikan dengan prosedur yang ada."
Piek juga menekankan komitmen penuh untuk transparansi.
"Hukuman terberat sesuai dengan mekanisme nanti oleh Polisi Militer yang berhak menyampaikan dan permintaan keluarga.
Proses hukum kemudian tindaklanjuti akan kita laksanakan secara transparan tidak ada yang kita tutupi.
Sudah jadi tersangka dan sudah ditahan."
Dengan mata berkaca-kaca, sang jenderal menyampaikan rasa dukanya yang mendalam atas tragedi yang terjadi di institusi yang ia pimpin.
"Saya kehilangan anggota saya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anak kandung dari Sersan Mayor Kristian Namo, ini menyedihkan dan sesalkan."
Akhirnya, Piek menegaskan bahwa seluruh arahan dari Menteri Pertahanan dan Mabes TNI telah jelas: proses hukum harus berjalan terbuka, objektif, dan sesuai hukum yang berlaku.
(TribunTrends.com/ Tribunbengkulu.com/ Disempurnakan dengan bantuan AI)
| Tribun Network Hadirkan Cita Loka Fest 2026, Dorong Kolaborasi Daerah untuk Masa Depan Berkelanjutan |
|
|---|
| Dugaan Mark Up Anggaran Dadan Hindayana, DPR Tak Pernah Dapat Laporan BGN, Ultimatum Pimpinan Baru |
|
|---|
| 'Rezekiku Pernah Kau Nikmati', Postingan Ruben Onsu Diduga Sindir Sarwendah, Minta Jaga Lisan |
|
|---|
| Dugaan Tindak Pidana Jerat Dadan Hindayana CS: Mark Up Anggaran, Pengadaan Barang, Penunjukan SPPG |
|
|---|
| Dadan Hindayana Tersangka, Mahfud MD Sentil Hanya Tahu Ilmu Bidang Serangga, Tak Paham Birokrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Nafa-Arshana-istri-TNI-yang-sempat-berkomentar-tentang-kematian-Prada-Lucky-minta-maaf.jpg)