Sosok Nafa Arshana, Komentar soal Prada Lucky Bikin Murka Keluarga, Kini Ciut Minta Maaf
Inilah sosok Nafa Arshana, istri TNI yang sempat berkomentar tentang kematian Prada Lucky yang tragis. Kini ciut minta maaf.
Editor: Suli Hanna
TRIBUNTRENDS.COM - Luka hati yang belum sempat kering kini semakin menganga.
Di tengah kabut duka atas kepergian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, keluarga kembali dibuat tercabik oleh sebuah komentar tajam dari akun media sosial bernama Nafa Arshana, yang belakangan diketahui merupakan milik seorang istri anggota TNI.
Komentar itu menyulut kemarahan, karena menuding bahwa Prada Lucky layak menemui ajal secara tragis.
“Masalahnya yang meninggal ini juga moralnya tidak ada, dia punya orientasi seksual menyimpang.
Kalo proses hukum pada yang hakim tetap berlaku," tulis akun Nafa Arshana.
Pernyataan tersebut seketika memicu amarah ayah almarhum, Serma Christian Namo.
Baca juga: Tangis Keluarga Prada Lucky di Kupang NTT, Pangdam Datang Berkunjung, Ayah Korban Titip Pesan
Dengan nada tinggi dan penuh emosi, ia meminta bantuan media untuk mengungkap identitas si pemilik akun.
"Ini akun (Nafa Arshana), saya lagi berduka.
Kepada wartawan, beta (saya) meminta, bukan minta apa-apa tolong cari dia sebelum saya yang cari dia.
Nanti saya teruskan," ujarnya penuh gejolak emosi, seperti dikutip dari akun TikTok Sergap ID, Minggu (10/8/2025).
Tak lama berselang, sosok pemilik akun tersebut akhirnya muncul ke hadapan publik.
Didampingi sang suami yang merupakan anggota TNI, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui sebuah rekaman video.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @feedgramindo, wanita berhijab kuning dan mengenakan jaket hitam itu terlihat duduk berdampingan dengan sang suami, mencoba menahan air mata sambil menyampaikan penyesalannya.
"Sebelumnya kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, atas meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo putra dari bapak Serma Christian Namo," ucapnya lirih.
"Saya pemilik akun Nafa Arshana meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak Serma Christian Namo dan keluarga, atas balasan komentar saya di Facebook yang melukai perasaan bapak dan keluarga yang sedang berduka," lanjutnya.
Dengan suara bergetar, ia mengakui kekhilafannya dan menyadari betapa tak berempatinya komentar yang ia tulis di tengah suasana duka.
"Saya sadar balasan komentar saya seperti orang yang tidak punya empati kepada bapak dan keluarga yang sedang berduka cita."
Tak hanya meminta maaf, ia juga menyuarakan harapannya agar keadilan ditegakkan dalam kasus meninggalnya Prada Lucky.
"Dan saya berharap para pelaku dihukum, sesuai hukum yang berlaku."
Dan akhirnya, dengan nada memohon, ia pun meminta agar keluarga dan masyarakat luas bersedia membuka hati untuk memaafkannya.
"Saya harap bapak Christian Namo dan keluarga serta netizen dapat berbesar hati untuk memaafkan atas kesalahan dan kekhilafan saya," pungkasnya penuh penyesalan.
Baca juga: Ayah Prada Lucky Meledak Amarah Usai Baca Fitnah di Facebook, Pelaku Minta Maaf Didampingi Suami
Pilu dari Kakak: "Lusi, Saya Ada Sakit"
Duka mendalam juga disampaikan oleh kakak almarhum, Novilda Lusiana Hetinina Namo, atau yang akrab disapa Lusi.
Ia membongkar isi hati adiknya yang sempat ia dengar sebulan sebelum tragedi.
"Informasi yang saya dapat, setiap pergantian piket itu Lucky dianiaya.
Dari hari Senin sampai dia masuk rumah sakit," kata Lusi, dilansir dari Kompas TV, Senin (11/8/2025).
Masih dalam ingatannya, Lusi mengisahkan percakapan terakhir dengan sang adik yang sempat mengeluh kelelahan dan sakit.
"Dia bilang 'Lusi saya ada sakit'. Saya bilang 'Su minum obat?'.
Dia bilang 'Belum Lusi, saya masih kerja'," kenangnya.
Ternyata, di balik keluhannya, Prada Lucky menyimpan luka fisik yang ia alami di tangan para seniornya.
"Jadi dia cerita, 'Lusi tadi saya kena pukul senior'," ungkap Lusi.
Penyebabnya pun sungguh memilukan.
"'Senior pikir saya capek kerja'," kata Lusi, menirukan cerita adiknya.
Menurut Lusi, Lucky selama ini bekerja di dapur dan harus bangun pukul 03.00 Wita untuk menyiapkan makanan. Kondisi fisik yang drop membuatnya jadi sasaran amarah.
"Dia bilang bangun jam 03.00 Wita. Pasti drop juga, saya bilang 'ke rumah sakit dulu atau ke kesehatan di Batalyon'.
Dia bilang 'Iya Lusi nanti saya pergi'," kata Lusi.
Lebih menyedihkan, Lucky dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang berbagi beban.
Namun saat itu, ia sudah tak kuat menahannya sendiri.
"Dia anaknya tidak banyak omong, kebanyakan dia simpan keluh kesah sendiri.
Tapi waktu itu mungkin dia tidak tahan jadi curhat saya."
Namun, ketika Lusi membocorkan curhat itu ke ibunya, Lucky malah tersinggung.
"Dia sempat marah saya karena kasih tau mamah.
Katanya nanti mamah banyak pikiran. Habis itu dia tidak cerita saya lagi," tuturnya dengan getir.
Lusi juga dengan tegas membantah tudingan bahwa adiknya memiliki penyimpangan seksual.
"Yang saya kenal, saya punya adik dari kecil sampai sekarang, dia punya pergaulan itu normal.
Pergaulannya luas, malah lebih dari saya."
20 Orang Tersangka, Proses Hukum Ditegakkan
Penyelidikan atas kematian Prada Lucky terus berlanjut.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 20 personel TNI telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak berwenang.
Mereka diduga terlibat dalam tindak kekerasan yang berujung kematian, mulai dari pemukulan dengan tangan hingga menggunakan selang.
Daftar pelaku mencakup berbagai jenjang pangkat, termasuk satu perwira.
Nama-nama seperti Letda Inf Thariq Singajuru, Sertu Rivaldo Kase, hingga beberapa prajurit berpangkat Pratu masuk dalam daftar panjang yang mengejutkan publik.
Di kediaman keluarga Lucky di Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto hadir secara langsung untuk menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada keluarga.
"Laporan sementara saat ini semua sudah ditangani.
Seluruhnya 20 tersangka yang sudah ditahan, kemudian ditindaklanjuti pemeriksaan lanjutan.
Ada satu orang perwira," ungkapnya kepada media.
Piek menegaskan bahwa tidak akan ada tebang pilih dalam proses hukum.
"Siapapun yang melakukan perbuatan ini harus diusut, tidak pandang bulu.
Seluruhnya harus kita periksa sesuai mekanisme hukum, dan kita sesuaikan dengan prosedur yang ada."
Piek juga menekankan komitmen penuh untuk transparansi.
"Hukuman terberat sesuai dengan mekanisme nanti oleh Polisi Militer yang berhak menyampaikan dan permintaan keluarga.
Proses hukum kemudian tindaklanjuti akan kita laksanakan secara transparan tidak ada yang kita tutupi.
Sudah jadi tersangka dan sudah ditahan."
Dengan mata berkaca-kaca, sang jenderal menyampaikan rasa dukanya yang mendalam atas tragedi yang terjadi di institusi yang ia pimpin.
"Saya kehilangan anggota saya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anak kandung dari Sersan Mayor Kristian Namo, ini menyedihkan dan sesalkan."
Akhirnya, Piek menegaskan bahwa seluruh arahan dari Menteri Pertahanan dan Mabes TNI telah jelas: proses hukum harus berjalan terbuka, objektif, dan sesuai hukum yang berlaku.
(TribunTrends.com/ Tribunbengkulu.com/ Disempurnakan dengan bantuan AI)
| BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terkapar hingga Rp18.000/Dollar AS, Gelar Operasi Darurat Lintas Pasar |
|
|---|
| Berjarak 4 Bulan Usai Sematkan Bintang Jasa Utama, Prabowo Ngaku Sangat Berat Pecat Dadan Hindayana |
|
|---|
| Fenomena Sampah di Denpasar Bali Kian Mengkhawatirkan, Pemkot Denpasar Panggil Seluruh Kades & Lurah |
|
|---|
| Pernikahan Pria dengan Dua Wanita di Buleleng Bali, Ternyata Nikah Lagi Karena Istri Kedua Hamil |
|
|---|
| Pertunjukan Wayang Kulit Lintas Generasi di Karanganyar, Tampilkan Kolaborasi Dalang Pria dan Wanita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Nafa-Arshana-istri-TNI-yang-sempat-berkomentar-tentang-kematian-Prada-Lucky-minta-maaf.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.