Breaking News:

Berita Viral

Perjuangan Calon Mahasiswa ITB dari Bukittingi, Anak Penjual Baju Bekas Belajar dari Jam 3 Pagi

Kisah perjuangan calon mahasiswa ITB dari Bukittinggi. Anak penjual baju bekas ini belajar dari jam 3 pagi.

Tayang:
Editor: Suli Hanna
YouTube Tribunnews
CALON MAHASISWA ITB - Kisah perjuangan calon mahasiswa ITB dari Bukittinggi, dikunjungi rektor Senin (9/6/2025). Anak penjual baju bekas ini belajar dari jam 3 pagi. 

TRIBUNTRENDS.COM - Kisah perjuangan calon mahasiswa ITB dari Bukittinggi. Anak penjual baju bekas ini belajar dari jam 3 pagi.

Di sebuah sudut sederhana Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, haru tak tertahankan mengalir ketika sosok penting dunia akademik Indonesia, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., melangkahkan kaki ke sebuah rumah kecil milik keluarga Panalihon.

Di sanalah ia bertemu Nauli Al Ghifari, pemuda 18 tahun yang kini menjadi harapan besar bangsa.

Nauli bukan anak orang kaya.

Ayahnya, Panalihon, sehari-hari menjajakan baju bekas di Pasar Atas dengan omzet hanya Rp 8 juta setahun dan tabungan tak lebih dari Rp 1,5 juta.

Ibunya hanyalah guru mengaji yang sederhana.

Tapi dari rumah inilah lahir cahaya yang menembus batas keterbatasan: Nauli, siswa SMAN 1 Bukittinggi, diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Kisah Nauli viral setelah dibagikan oleh dosen ITB sekaligus pegiat pendidikan di media sosial, Imam Santoso.

Dalam unggahan videonya, tampak Prof. Tata tak kuasa menahan air mata saat menyambangi kediaman calon mahasiswanya.

"Rektor ITB temui Nauli ke Bukittinggi, penerima beasiswa KIP-K, masuk FTTM ITB," tulis Imam dalam postingannya, dikutip Tribunjabar.id, Rabu (11/6/2025).

Prof. Tata masuk ke dalam rumah sederhana itu.

Di sana, ia bersimpuh di hadapan kenyataan: seorang anak dengan segudang prestasi, yang tumbuh dari keluarga yang nyaris tak punya apa-apa, kini bersiap menjejak di kampus terbaik negeri.

"Punya putra hebat, sekolah di SMAN 1 Bukittinggi, piala segudang," kata Imam Santoso dalam unggahannya.

Dalam momen penuh makna itu, Prof. Tata menyerahkan topi bertuliskan "ITB", sebagai simbol penerimaan Nauli ke lingkungan kampus Ganesha.

Tak hanya itu, ia juga membawa sebuah laptop pemberian dari Paragon, yang akan menemani Nauli dalam perjuangannya menempuh ilmu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Tags:
ITBrektorBukittinggiSumatera Barat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved