Breaking News:

Kisah Rahmat Operator Beko Gunung Kuda Cirebon, Selamat dari Longsor, Kini Bantu Cari Rekan

Kisah Rahmat, operator beko di Gunung Kuda Cirebon yang berhasil selamat dari longsor. Kini bantu cari rekan yang masih tertimbun.

Editor: Suli Hanna
YouTube Tribun MedanTV
KORBAN GUNUNG KUDA - Foto tangkapan layar dari YouTube Tribun MedanTV, diolah pada Kamis (5/6/2025). Kisah Rahmat korban selamat Gunung Kuda Cirebon kini bantu cari rekan yang masih tertimbun. 

TRIBUNCIREBON.COM - Kisah Rahmat, operator beko di Gunung Kuda Cirebon yang berhasil selamat dari longsor. Kini bantu cari rekan yang masih tertimbun.

Tragedi longsor di area tambang Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, menyisakan kisah menggetarkan hati dari seorang operator alat berat bernama Rahmat (28).

Ia adalah satu dari sedikit yang selamat dalam bencana itu.

Namun alih-alih memilih menjauh dari lokasi penuh bahaya, Rahmat justru memutuskan kembali ke titik longsor—dengan satu tujuan: menyelamatkan rekan-rekannya yang masih tertimbun.

“Saya Rahmat, operator sekaligus saksi mata di lokasi kejadian longsor hari Jumat lalu.

Saya ditunjuk untuk jadi operator beko untuk mencari korban longsor,” ucap Rahmat saat ditemui TribunCirebon di lokasi pencarian, Rabu (4/6/2025).

Tragedi itu terjadi begitu cepat.

Saat itu Rahmat tengah mengoperasikan beko berwarna oranye.

Tak disangka, alat beratnya mengalami gangguan.

Ia pun turun untuk memeriksa, dan itulah yang menyelamatkan nyawanya.

Baca juga: Kata Terakhir Sarwa Korban Gunung Kuda Cirebon sebelum Tewas Tertimbun Longsor: ‘Ayah Kerja Ya, De’

OPERATOR BEKO - Rahmat (28), operator beko yang juga saksi mata kejadian longsor Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
OPERATOR BEKO - Rahmat (28), operator beko yang juga saksi mata kejadian longsor Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. (Tribun Cirebon/ Eki Yulianto)

“Alat (beko) saya yang ini (beko warna oranye), yang masih (selamat), di antara empat beko lain yang tertimbun.

Pas kejadian, kebetulan beko saya itu trouble, jadi saya inisiatif turun.

Tapi pas turun beberapa meter dari TKP, begitu ada monitor dari bawah saya langsung nengok belakang, ternyata kejadian beberapa detik langsung (gemuruh longsor),” kisahnya.

Hanya selisih detik dari maut, Rahmat kini merasa punya tanggung jawab moral.

Mayoritas korban longsor adalah teman-temannya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Tags:
Gunung KudaCirebonlongsor
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved