Breaking News:

Profil Perusahaan Pemilik Sertifikat HGB & SHM Laut Tangerang, Dipasang Pagar Laut: Apa Tujuannya?

Profil perusahaan pemilik sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) Laut Tangerang, Banten hingga dipasangi pagar.

Tayang:
Editor: Dika Pradana
YouTube Kompas
Profil perusahaan pemilik sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) Laut Tangerang, Banten hingga dipasangi pagar. 

TRIBUNTRENDS.COM - Inilah profil perusahaan pemilik sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) Laut Tangerang, Banten hingga dipasangi pagar.

Baru-baru ini, Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid memberikan keterangannya terkait polemik pagar laut di perairan Tangerang.

Menurut Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid, sejumlah perusahaan telah mendapatkan izin untuk memanfaatkan perairan Tangerang.

Baca juga: Kesaksian Warga Tangerang Diminta Pagari Laut Malam Hari, Diberi Rp100 Ribu Sehari:Siapa Pemiliknya?

Kawasan pagar laut Tangerang, Provinsi Banten, kembali menjadi sorotan publik setelah Nusron Wahid mengonfirmasi bahwa area tersebut sudah memiliki sejumlah sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dan hak milik (SHM).

Total 263 bidang tanah telah terdaftar, dengan mayoritas dimiliki oleh PT Intan Agung Makmur (IAM) yang memiliki 234 bidang, disusul oleh PT Cahaya Inti Sentosa (CIS) yang menguasai 20 bidang, serta beberapa bidang yang tercatat atas nama perorangan.

Keberadaan sertifikat ini memberikan kepastian hukum terkait status tanah yang ada di kawasan tersebut, sebuah langkah penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tengah dan akan terus berkembang di Tangerang.

Namun, meskipun sertifikat tanah sudah terdaftar dengan jelas, beberapa aspek penting terkait dengan proses pengembangan dan pengelolaan tanah tersebut masih belum sepenuhnya terbuka.

Pagar laut misterius yang berada di pesisir Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/1/2025). Pagar tersebut adalah bagian dari pagar laut sepanjang 30,16 Kilometer di perairan Tangerang
Pagar laut misterius yang berada di pesisir Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/1/2025). Pagar tersebut adalah bagian dari pagar laut sepanjang 30,16 Kilometer di perairan Tangerang (Tribunnews.com/ Ibriza Fasti Ifhami)

Misalnya, PT IAM yang memiliki mayoritas kepemilikan tanah di kawasan pagar laut Tangerang, belum banyak memberikan informasi mengenai profil perusahaan mereka, meskipun berkantor di lokasi yang strategis di kawasan PIK 2.

Hal ini menunjukkan potensi pengembangan proyek besar yang melibatkan banyak pihak.

Namun, hal itu juga menyisakan pertanyaan tentang latar belakang dan rencana jangka panjang perusahaan yang memiliki tanah di wilayah tersebut.

Lebih menarik lagi adalah keterkaitan PT Cahaya Inti Sentosa dengan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yang merupakan salah satu pengembang besar di Indonesia.

Pada Agustus 2023, PT CIS tercatat dalam dokumen Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pihak yang terlibat dalam rencana rapat umum pemegang saham PANI, di mana transaksi material dan afiliasi terkait dengan penggunaan dana hasil penawaran umum saham baru (PMTHMETD II) akan digunakan untuk penyertaan saham baru oleh PANI.

Keberadaaan pagar bambu di perairan Kabupaten Tangerang, Banten hingga kini masih menyisakan teka-teki.
Keberadaaan pagar bambu di perairan Kabupaten Tangerang, Banten hingga kini masih menyisakan teka-teki. (NET via Tribun)

Hal ini menunjukkan bahwa tanah yang dikuasai oleh PT CIS kemungkinan akan berperan penting dalam proyek-proyek besar yang melibatkan pengembang ternama.

Selain itu, status tanah yang dimiliki PT CIS, yang sudah bersertifikat SHGB dan dikeluarkan oleh ATR/BPN, menunjukkan legalitas yang jelas.

Namun, pertanyaan mengenai kondisi fisik tanah tersebut tetap perlu diperhatikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Tangerangperusahaanpagar lautNusron Wahid
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved