Breaking News:

Bukan Hanya Sekadar Tali, Lanyard Jadi Tren Identitas Karyawan Kekinian!

Bukan hanya sebagai barang untuk pengenal bagi karyawan, melainkan lanyard menjadi bagian dari gaya hidup.

Freepik
Bukan hanya sebagai barang untuk pengenal bagi karyawan, melainkan lanyard menjadi bagian dari gaya hidup. 

TRIBUNTRENDS.COM - Dulu, lanyard menjadi aksesoris yang dianggap sepele. Namun, kini menjelma menjadi simbol identitas bagi karyawan perkantoran. Bukan hanya sebagai barang untuk pengenal bagi karyawan, melainkan lanyard menjadi bagian dari gaya hidup.

Menelisik lebih lanjut, lanyard di perkantoran sudah lekat menjadi sebuah simbol kebanggaan. Setiap karyawan yang memakai lanyard di lehernya seakan ingin berkata "Ini aku, bagian dari mereka". Terlebih lagi jika lanyard itu mengandung logo dan nama perusahaan BUMN.

Awal Munculnya Trend Lanyard BUMN

Fenomena pemakaian lanyard BUMN ini sudah bergulir sejak lama, tepatnya saat bulan puasa hingga saat ini. Sebab, masih banyak orang yang menggunakan lanyard BUMN ini demi mengikuti trend yang sedang berkembang di jejaring media sosial.

Bahkan, banyak juga content creator yang sengaja mengunggah video tentang lanyard BUMN ini. Kebanyakan isi dari kontennya semacam candaan belaka. Menariknya, ada juga yang menyediakan jasa sewa lanyard BUMN ini.

Mengutip dari salah seorang pengguna X @nkrniavr, ia menuturkan pada postingannya soal jasa pemesanan atau PO lanyard dari perusahaan-perusahaan besar seperti BRI, BUMN, Pertamina, dan BCA.

Kendati demikian, penggunaan lanyard custom dengan desain perusahaan ternama ini menjadi fenomena bagi kalangan masyarakat umum di Indonesia.

Tak sedikit yang dengan percaya diri memamerkan lanyard berlogo BUMN di tempat umum atau saat kumpul bersama teman-temannya, meski mereka sama sekali bukan bagian dari perusahaan tersebut.

Mengingat akan hal itu, lanyard BUMN seolah membawa status tersendiri. Bagi sebagian orang, mengenakan lanyard semacam ini memberikan kesan eksklusivitas.

"Aku kerja di sini", begitu kira-kira pesan implisit yang ingin disampaikan penggunanya, meskipun kenyataannya hanya sekadar aksesori belaka.

Dari fenomena ini, sebagai masyarakat umum yang tahu bahwa lanyard BUMN ini sebenarnya tidak boleh dipakai sembarangan orang, seharusnya sadar bahwa tindakan itu tidak boleh untuk dilakukan.

Bahkan, mengutip dari kompas.com, Stafsus Erick Thohir mengaku terkejut ketika mendengar fenomena masyarakat umum banyak yang menginginkan dan punya rasa bangga menjadi karyawan BUMN.

“Kita memang surprise dengan keinginan dan kebanggaan jadi karyawan BUMN sehingga disewakan lanyard BUMN,"

Dan kata Arya Sinulingga, lanyard BUMN tersebut tidak dijual bebas karena biasanya cetak lanyard langsung diadakan oleh BUMN masing-masing kepada karyawannya.

Peningkatan Produksi Tali Lanyard yang Signifikan

Halaman 1/2
Tags:
karyawanlanyard BUMNfashion
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved