Breaking News:

BBM Pertamax Naik, DPR Kecewa Tak Diajak Diskusi, Bos Danantara Anggap Wajar: Masa Ditanggung Terus

Naiknya harga BBM jenis Pertamax menuai beragam reaksi, bos Danantara sebut wajar, DPR kecewa tak diajak diskusi.

Tayang:
Editor: ninda iswara
Tribunnews Bogor/TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
HARGA PERTAMAX NAIK - Naiknya harga BBM jenis Pertamax menuai beragam reaksi, bos Danantara sebut wajar, DPR kecewa tak diajak diskusi. 

Ringkasan Berita:
  • Naiknya harga BBM jenis Pertamax menuai beragam reaksi dari sejumlah pihak
  • Bos Danantara menyebut naiknya harga Pertamax merupakan hal yang wajar
  • Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Mufti Anam kecewa atas kenaikan harga Pertamax yang mendadak tanpa pemberitahuan kepada wakil rakyat

TRIBUNTRENDS.COM - Kenaikan harga BBM nonsubsidi kembali menjadi sorotan publik setelah PT Pertamina (Persero) secara mendadak menyesuaikan tarif Pertamax pada Rabu (10/6/2026).

Kebijakan tersebut langsung memicu beragam respons karena lonjakan harga yang terjadi terbilang cukup signifikan.

Berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kini dipatok Rp16.250 per liter.

Angka tersebut naik Rp3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter.

Perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat itu memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan pejabat pemerintah.

Baca juga: Imbas Harga Pertamax Naik, Burhanadi Karyawan di Yogyakarta Kini Megap-megap: Pemerintah Gak Peduli

Sejumlah petinggi negara pun angkat bicara untuk menjelaskan maupun merespons kebijakan tersebut.

Di antara yang memberikan komentar adalah Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga turut menyampaikan pandangannya terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang tengah menjadi perhatian masyarakat.

Menkeu Minta Tanya Bahlil

Purbaya Yudhi Sadewa, meminta awak media bertanya langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait kuota Pertalite.

Hal ini disampaikan Purbaya ketika ditanya mengenai kuota Pertalite usai harga Pertamax naik drastis.

Menurut Purbaya, memang ada kebijakan untuk mengontrol kuota bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini disebut nozzle control.

Namun, Purbaya menyebut hal itu lebih baik ditanyakan kepada Bahlil.

Sebab, menurut Purbaya, Bahlil paling mengerti mengenai kebijakan tersebut.

"Itu nanya ke Pak Bahlil, mesti ada metode lagi. Nozzle control kalau enggak salah. Nanya Pak Bahlil yang ngerti," kata dia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026), dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Purbaya menyebut kenaikan harga Pertamax tidak akan berpengaruh pada inflasi.

Halaman 1/3
Tags:
PertamaxPurbayaDanantara
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved