Breaking News:

Berita Viral

Pavel Durov, Bos Telegram yang Punya 100 Anak di 12 Negara, Sempat Selisih dengan Vladimir Putin

CEO Telegram Pavel Durov (39) baru-baru ini mengungkapkan lewat media sosialnya bahwa ia punya sekitar 100 keturunan.

Editor: Dhimas Yanuar
ISTIMEWA
CEO Telegram Pavel Durov (39) baru-baru ini mengungkapkan lewat media sosialnya bahwa ia punya sekitar 100 keturunan. 

Durov sebenarnya sudah berhenti menyumbangkan sperma beberapa tahun yang lalu.

Tetapi klinik tersebut mengklaim bahwa sperma Durov masih digunakan di klinik-klinik IVF (bayi tabung) besar di seluruh dunia, yang telah membekukannya dan menggunakan spermanya sesuai kebutuhan.

Disentil Elon Musk

Perang Ukraina-Rusia berdampak pada kekayaan Elon Musk
Perang Ukraina-Rusia berdampak pada kekayaan Elon Musk (Mashable India)

Setelah mengetahui Durov memiliki seratus anak, Elon Musk merespons dengan merepost postingan di Twitter.

"“Rookie numbers lmao” – Genghis Khan," tulis Elon Musk.

Genghis Khan adalah penguasa Mongolia yang terkenal menjadi ayah bagi ribuan anak.

Siapa Pavel Durov?

Presiden Rusia dan calon presiden Vladimir Putin bertemu dengan media di markas kampanyenya di Moskow pada 18 Maret 2024. Putin diprediksi menang telak di Pilpres Rusia 2024.
Presiden Rusia dan calon presiden Vladimir Putin bertemu dengan media di markas kampanyenya di Moskow pada 18 Maret 2024. Putin diprediksi menang telak di Pilpres Rusia 2024. (NATALIA KOLESNIKOVA/POOL/AFP via KOMPAS.com)

Pavel Durov adalah seorang miliarder sekaligus CEO dari aplikasi perpesanan Telegram.

Mengutip ABC News, Pavel Durov lahir Leningrad, (sekarang Saint Petersburg), Rusia pada 10 Oktober 1984.

Ia memulai kiprahnya dalam kewirausahaan teknologi pada tahun 2006, mendirikan jejaring media sosial Rusia bernama VKontakte (VK).

Seperti Facebook, VK dengan cepat mendapatkan perhatian di antara pengguna berbahasa Rusia, menawarkan platform untuk interaksi sosial, berbagi konten, dan berjejaring.

Namun, keberhasilan platform tersebut mengundang perhatian dari pemerintah Rusia, termasuk Vladimir Putin.

Durov menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mematuhi permintaan pemerintah terkait data pengguna.

Pada tahun 2014, Durov dipaksa meninggalkan VK karena menolak mematuhi tuntutan untuk menutup komunitas oposisi di platform tersebut.

Ia dilaporkan menolak memblokir laman mendiang pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di platform tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
berita viralPavel DurovRusiaTelegram
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved