Breaking News:

Berita Viral

Cinta Segitiga Mbah Rupiah, Suami Direbut Adik Kandung Sendiri, Kini Hidup Sebatang Kara di Usia 80

Miris nasib Mbah Rupiah yang kisah hidupnya mirip film 'Ipar Adalah Maut'. Suaminya direbut oleh adik kandung sendiri

Tayang:
Editor: Galuh Palupi
Kompas.com
Nasib Mbah Rupiah yang selama ini ternyata makin memprihatinkan setelah pernikahan hancur karena suaminya yang tega menikahi adik kandungnya 

Rupiah mengaku tidak ingat persis semua kisah hidupnya.

Penggalan kisah yang paling dia ingat dengan jelas adalah cerita asmara segitiga, yang membuat hatinya sakit dan cukup membekas.

Baca juga: Potret Tampan Ponari, Dulu Viral Jadi Dukun Cilik, Batu Petir Ubah Hidupnya hingga Mampu Beli Sawah

Ia memutuskan pergi dari Jombang, untuk merantau ke Kalimantan dan mencoba menghapus luka yang diakibatkan orang-orang terdekatnya.

Rupiah pernah bekerja di sejumlah perusahaan di Kaltara sebagai tukang masak, sebelum akhirnya telantar di Nunukan.

Kisah Mbah Rupiah mirip 'Ipar Adalah Maut'
Kisah Mbah Rupiah mirip 'Ipar Adalah Maut' (Tribun Jatim)

Tak berselang lama, sekitar enam bulan dari cerita perceraiannya, mantan suaminya mengembuskan napas terakhirnya karena sakit dan merasa bersalah dengan Rupiah.

"Rumah di Ngoro Jombang, tanah dan semua harta mantan suami, diambil semua. Didol (dijual) semua oleh adik saya itu. Terus dia pindah ke Lampung. Jadi saya ini di Ngoro, Mbareng, tidak punya apa apa," lanjut Rupiah.

Kendati demikian, Rupiah mengaku tidak terlalu memikirkan harta tersebut, ia menyesalkan tidak tahu di mana para saudaranya berada.

Rupiah mengaku bahwa ia merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara.

Sejauh ini, Rupiah hanya tahu nama kota yang menjadi keberadaan adik kandung yang menyakiti hati dan perasaannya, yaitu Kota Lampung.

Sedangkan saudara-saudaranya yang lain, ia tidak ketahui di mana rimbanya.

"Ya wis tidak ingat lagi semua. Sudah nganu, kelalen (lupa). Kalau ke Jombang saya tidak ada yang dituju. Mungkin saja saudara saya sudah meninggal semua. Saya tidak tahu," kata Rupiah.

Meski di usianya yang senja, Rupiah masih bisa mendengar dan melihat dengan jelas.

Hanya saja, terkadang ia mendadak pikun dan cukup merepotkan Purnomo Putro, yang selama ini menampungnya.

Purnomo menceritakan, ia menampung nenek Rupiah setelah dihubungi warga lantaran ada lansia dari Pulau Jawa yang telantar di Nunukan.

Baca juga: Potret Tampan Ponari, Dulu Viral Jadi Dukun Cilik, Batu Petir Ubah Hidupnya hingga Mampu Beli Sawah

Ia pun mempersilakan untuk dibawa ke rumahnya, dan ditampung sementara, sembari menunggu tindak lanjut laporannya ke Dinas Sosial Nunukan.

Halaman 2/3
Tags:
Mbah RupiahKalimantan Utara
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved