Selebrita
7 Potret Kebersamaan Anak Soeharto dan Ibu Tien dari Kecil hingga Dewasa, Ada Tutut hingga Tommy
Yuk intip 7 potret kebersamaan anak-anak mantan Presiden Soeharto dan ibu Tien, akur dari kecil hingga dewasa.
Penulis: Apriantiara Rahmawati Susma
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
TRIBUNTRENDS.COM - Kebersamaan anak-anak mantan Presiden Soeharto memang jarang tersorot media.
Kendati demikian, anak-anak mantan Presiden Soeharto itu hidup akur dari kecil hingga dewasa.
Seperti diketahui, mantan Presiden Soeharto dan sang istri, Raden Ayu Siti Hartinah atau Ibu Tien dikaruniai 6 orang anak.
Mereka adalah Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto (Sigit), Bambang Trihatmodjo (Bambang), Siti Hediati Hariyadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).
Keenamnya kerap membagikan momen kebersamaan mereka di berbagai kesempatan.
Yuk intip 7 potret kebersamaan anak-anak mantan Presiden Soeharto!
Baca juga: Darma Mangkuluhur Putra Tommy Soeharto dan Tata Cahyani Kini Jadi Pebisnis, Punya Restoran Melayang
1. Foto lawas

Si bungsu yakni Mamiek Soeharto pernah membagikan foto lawas keluarganya.
Di foto tersebut, tampak Mamiek kecil berdiri di antara ayah dan ibunya.
Sementara itu, Tommy berdiri di samping ayahnya dan Titiek berada di samping ibunya.
Lalu, kakak-kakaknya terlihat berdiri di belakang mereka.
2. Tiga 'srikandi'

Tiga anak perempuan Soeharto seringkali dijuluki tiga 'srikandi' keluarga Cendana.
Sampai sekarang ketiganya masih sering menghabiskan waktu bersama.
3. Punya bisnis mentereng

Masing-masing anak Soeharto memiliki bisnis yang mentereng.
Beberapa bisnis mereka juga diketahui berskala besar.
Mulai dari bidang transportasi, media, hingga migas dan pertambangan.
4. Selalu kompak

Kekompakan mereka ternyata juga terlihat ketika mereka terjun ke dunia politik.
Tampak potret keenam anak Soeharto kompak mengenakan atribut sebuah partai politik.
5. Momen ziarah

Titiek pernah membagikan momen ketika dirinya berziarah ke makam ayah dan ibunya di Astana Giribangun, Karanganyar Jawa Tengah.
Tak sendiri, kala itu Titiek berziarah bersama kedua saudara kandungnya yakni Bambang dan Tommy.
Baca juga: 5 Potret Keluarga Aditya Trihatmanto Cucu Soeharto, Kezia Toemion Istrinya Sedang Hamil Anak Kedua
6. Kebersamaan di waktu luang

Anak-anak Soeharto tak jarang menghabiskan waktu bersama di waktu luang mereka.
Seperti saat Titiek, Sigit dan Tutut makan bersama di sebuah restoran.
7. Hidup akur

Anak-anak Soeharto hidup akur satu sama lain dari kecil hingga dewasa.
Bahkan, sampai sekarang mereka masih sering kumpul bersama untuk sekedar makan atau ngobrol.
Di kesempatan itu, mereka juga tak lupa mengajak anak dan cucu.
Kisah Pesan Ibu Tien Sebelum Wafat, Sudah Larang Soeharto Jadi Presiden Lagi, Tapi Tak Didengarkan
Ibu Tien istri mantan Presiden Soeharto ternyata sudah sempat melarang suaminya menjabat lagi.
Pesan itu disampaikan Ibu Tien sebelum ia meninggal dunia pada 28 April 1996.
Kisah ini disampaikan oleh Mien Sugandhi dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories", yang diterbitkan pada tahun 2012.
Kala itu Mien Sugandhi menjabat senagai Menteri Urusan Peranan Wanita.
Menurut Mien Sugandhi, pada tahun 1996, dalam sebuah upacara Partai Golkar, ia duduk bersebelahan dengan Ibu Tien.

Tiba-tiba, Ibu Tien berbisik kepadanya dan menyebut nama salah satu petinggi Partai Golkar.
Baca juga: Cerita Yuni Shara Pernah Salah Kostum Tampil di Hadapan Soeharto, Ungkap Reaksi Suami Ibu Tien
"Tolong sampaikan kepada. (menyebut salah satu petinggi Partai Golkar), agar pak Harto tidak menjadi presiden lagi. Sudah cukup, sudah cukup, beliau sudah tua," kata Ibu Tien.
Mien Sugandhi merasa bingung mendengar permintaan Ibu Tien. Ia pun bertanya balik, "Lo, kalau begitu siapa yang layak untuk menggantikan beliau?"
"Biarkan itu diserahkan dan ditentukan oleh pemilu saja. Aku sudah tidak mau lagi. Aku mau pergi, aku lungo (pergi). Pokoke aku lungo," jawab Ibu Tien.
Mien Sugandhi kemudian menyampaikan pesan Ibu Tien kepada petinggi Partai Golkar yang dimaksud.
Namun, ternyata pesan tersebut tidak diindahkan.
Petinggi Partai Golkar itu tetap mengusung Soeharto sebagai calon presiden untuk periode keenam.
Dua tahun setelah wafatnya Ibu Tien, tepatnya pada 28 Maret 1998, Soeharto dilantik menjadi presiden lagi.
Namun, belum genap tiga bulan menjabat, ia harus menghadapi gelombang reformasi yang mengguncang Indonesia.
Akhirnya, pada 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
Indonesia memasuki era reformasi yang penuh dengan krisis ekonomi, politik, sosial dan keamanan.
Baca juga: 3 Artis Dinikahi Ari Sigit Cucu Soeharto, Annisa Trihapsari dan Suci Winata, Rika Callebaut Terlama
Jika saja pesan terakhir Ibu Tien didengarkan dan dijalankan, mungkin sejarah Indonesia akan berbeda.
Mungkin Soeharto akan lebih dihormati sebagai bapak pembangunan dan tidak tercoreng oleh berbagai kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Mungkin Indonesia akan lebih stabil dan sejahtera tanpa harus mengalami keterpurukan dan kekacauan.
Mungkin Indonesia akan lebih demokratis dan berkeadilan tanpa harus menelan banyak korban jiwa dan penderitaan.
Namun, semua itu hanyalah kemungkinan yang tak terwujud.
Pesan terakhir Ibu Tien telah tak dipedulikan dan terbukti dua tahun kemudian.
"Cukuplah Pak Harto menjadi presiden"
Akhirnya, pada 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
Indonesia pun memasuki era reformasi yang penuh dengan krisis ekonomi, politik, sosial dan keamanan.
Jika saja pesan terakhir Ibu Tien didengarkan dan dijalankan, mungkin sejarah Indonesia akan berbeda.
Baca juga: Kisah Kerterejo dan Sukirah Ortu Soeharto, Orang Biasa Tinggal di Desa, Seorang Pengatur Pengairan
Mungkin Soeharto akan lebih dihormati sebagai bapak pembangunan dan tidak tercoreng oleh berbagai kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Mungkin Indonesia akan lebih stabil dan sejahtera tanpa harus mengalami keterpurukan dan kekacauan.
Indonesia mungkin lebih demokratis dan berkeadilan tanpa harus menelan banyak korban jiwa dan penderitaan.
Namun, semua itu hanyalah kemungkinan yang tak terwujud. Pesan terakhir Ibu Tien telah diabaikan dan terbukti dua tahun kemudian.
Lantas siapa sebenarnya Ny Mien Sugandhi yang dititipi pesan oleh Ibu Tien?
Mien Sugandhi memiliki nama lengkap Siti Aminah Sugandhi. Ia lahir pada 28 Juli 1934 di Magelang.
Ia adalah seorang politikus wanita Indonesia yang pernah menjadi anggota DPR dan MPR RI dari tahun 1977 hingga 1993.
Bu Tien Soeharto memang menjadi perbincangan sejak menjabat sebagai Ibu Negara.
Ada saja misteri yang ditunjukkan Bu Tien yang dulu setia mendampingi Soeharto.
(TribunTrends/Tiara/Tribun Jatim)
Sumber: TribunTrends.com
Bertemu di Mimpi, Sherly Merasa Mpok Alpa Kembali Hidup Meski Hanya Sesaat: 'Mama Sehat?' |
![]() |
---|
Dari El Bucino ke Meja Hijau, Romantisme Pratama Arhan ke Azizah Salsha Kini Tinggal Kenangan |
![]() |
---|
Aji Darmaji Dituding Pengangguran, Suami Mpok Alpa Beberkan Kerjaan setelah Ditinggal Istri |
![]() |
---|
Zize Nikah Umur 19 Tahun, Cerai 2 Tahun Kemudian, Sempat Ditanya Nagita Slavina Soal Nikah Muda |
![]() |
---|
Lisa Mariana Ngotot Ridwan Kamil Tes Ulang di Singapura, Hotman Paris Beber Kemungkinan Ini |
![]() |
---|