Breaking News:

Berita Viral

Kisah Pak Mad, Kakek asal Banyuwangi Semangat Jadi Muadzin Meski Tak Bisa Melihat, Suaranya Merdu

Meski tidak bisa melihat, Pak Mad asal Banyuwangi tetap semangat jadi muadzin, suaranya merdu saat kumandangkan adzan.

Editor: jonisetiawan
Tiktok
Kakek di Banyuwangi yang disapa Pak Mad viral setelah videonya melantunkan adzan beredar di media sosial. 

Kendati demikian, Tamin mengaku sempat berprofesi sebagai kondektur bus milik Perusahaan Umum (Perum) Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD).

Baca juga: Banjir Tak Halangi Warga Jambi Salat Tarawih, Berangkat ke Masjid Naik Perahu

Dalam momen-momen tertentu, ia kerap bermain kartu bersama teman-temannya dengan taruhan uang. 

Alhasil, kegiatan ini menjadi kebiasaan lalu terbawa ke lingkungan lain.

“Waktu saya masih punya anak tiga, bandelnya saya itu bukan bandel yang enggak benar, bukan bandel yang begitu. Saya tuh main gaple, main remi, itu bandelnya,” kata Tamin saat ditemui Kompas.com di Masjid Al-Jabr, Senin (18/3/2024).

“(Main gaple dan remi itu) asal ada saja yang begadang,” imbuh dia.

Usai beberapa lama melakoni permainan gaple dan remi, kegiatan itu rupanya membuat Tamin berpikir tentang kematian.

Ayah empat anak itu khawatir tidak ada anggota keluarganya yang merapalkan doa saat Tamin telah tiada.

Dengan begitu, pria dengan pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) di Pondok Labu ini menyuruh anak pertamanya untuk belajar mengaji.

Marbut bernama Tamin (65) saat ditemui di Masjid Al Jabr
Marbut bernama Tamin (65) saat ditemui di Masjid Al Jabr, Jalan Bango II, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2024).

“Yang saya bilang tadi ke anak pertama, 'belajar ngaji gih. Kalau lu enggak bisa ngaji, kalau Baba mati, yang ngajiin siapa? Ya sudah, ngaji deh, nanti Baba yang anterin'. Ya orang saya main gaple mulu, enggak bisa ngaji,” ungkap Tamin.

Baca juga: Pria Dewasa Salat di Masjid Salah Arah Kiblat, Cara Anak Ini Menegur Dipuji, Sopan Tanpa Tertawa

Selama proses mengantar anak sulungnya yang saat itu masih berusia 10 tahun, sedikit demi sedikit Tamin mulai mendapatkan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Iya (gara-gara ingat mati). Saat nunggu anak saya, saya tertarik saat dengar orang mengaji, 'enak banget orang ngaji ya’, gitu. Padahal enggak bisa mengaji,” kata Tamin.

Alhasil, sekitar tahun 1990-an, Tamin mencari guru yang bisa mengajarkannya huruf-huruf hijaiyah. Bersamaan dengan itu, ia juga belajar mengenai akidah Islam oleh guru lain.

“Belajar akidah di Citayam saya. Nah di situ, saya baru sadar di situ. 

Habis itu memperdalam lagi dan lagi. 

Tahun 1996, saya mulai mengajar ilmu tauhid,” imbuh Tamin.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Tags:
BanyuwangiPak Madberita viral hari ini
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved