Breaking News:

Pilpres 2024

Tanggapi Cak Imin Ragukan Orang NU Tapi Tak Pilih AMIN, Khofifah Santai: 'Mungkin Beliau Khilaf'

Cak Imin ragukan seorang NU yang tak pilih AMIN malah dukung capres lain. Khofifah langsung beri tanggapan.

Editor: Monalisa
YouTube Kompas TV/ TribunJatim/ Fatimatuz Zahroh
Khofifah tanggapi pernyataan Cak Imin ragu seorang NU tapi tak pilih AMIN 

Rupanya karena tingkat kepuasan masyarakat Jawa Timur kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa sangat tinggi, otomatis sikap dukungan ke Prabowo Subianto diyakini mendulang banyak suara di Jatim.

Itu yang membuat Anies Baswedan sulit berharap dapat suara dari nahdliyin lewat Cawapresnya yakni Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Jatim.

Karena Cak Imin harus bersaing sangat sengit dengan Khofifah, sedangkan notabene Khofifah masih menjabat gubernur.

Itu sebabnya, bergabungnya Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai mampu menambah kekuatan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 tersebut.

Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro meyakini, manuver Khofifah itu bakal mendongkrak elektabilitas Prabowo-Gibran di Jatim.

“Keputusan dari Khofifah Indar Parawansa bergabung dengan tim pemenangan Prabowo-Gibran tentu saja penting,” kata Bawono  Jumat (12/1/2024).

Sosok Khofifah dinilai punya pengaruh besar di Jawa Timur. Apalagi, angka kepuasan masyarakat Jatim terhadap kinerja politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut terbilang besar.

“Sebagai Gubernur Jawa Timur petahana dengan tingkat approval rating tinggi, maka langkah politik Khofifah tersebut tentu saja sangat berpotensi mendatangkan insentif elektoral bagi Prabowo-Gibran di Jawa Timur,” ujar Bawono.

Terlepas dari dukungan Khofifah, kata Bawono, elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa Timur telah mengungguli dua pesaingnya, baik capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, maupun capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Mengutip temuan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 16-28 Desember 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa Timur sebesar 46,7 persen. Sementara, di urutan kedua, angka elektotal Ganjar-Mahfud MD terpaut 20 persen di bawah Prabowo-Gibran, yakni 26,6 persen.

Lalu, di urutan terakhir, Anies-Muhaimin dengan elektabilitas 16,2 persen, terpaut 30 persen dari elektabilitas Prabowo-Gibran. “Hal ini menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto di Jawa Timur semakin kompetitif,” ujar Bawono.

Tingkat keterpilihan Prabowo di Jatim ini jauh berbeda dengan elektabilitasnya pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dan Pilpres 2019 lalu. Ketika itu, angka elektoral Prabowo jauh di bawah Jokowi. Penting bagi capres-cawapres menguasai wilayah Jawa Timur mengingat Jatim merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak kedua setelah Jawa Barat.

“Unggul dengan jarak elektabilitas jauh di Jawa Timur memiliki arti penting bagi pasangan calon Prabowo-Gibran untuk dapat menggaransi kemenangan mutlak di Jawa dan juga di tingkat nasional pada Pemilu 2024,” tutur Bawono.

Sebelumnya diberitakan, Khofifah mengumumkan dukungannya untuk Prabowo-Gibran. Pernyataan dukungan itu disampaikan oleh Khofifah di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Rabu (10/1/2024) setelah ia pulang dari ibadah umrah.

“Sesuai janji saya, sepulang umrah saya sampaikan saya dukung Paslon nomor urut 2," kata Khofifah kepada wartawan.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Tags:
Cak IminKhofifah Indar ParawansaPrabowoGibran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved