Berita Viral
Momen Bocah SD Ditawari Hadiah saat Bertemu Megawati, Dilarang Minta Sepeda Malah Minta Rumah
Viral bocah SD bernama Edmund Gultom bertemu Megawati Soekarnoputri, dilarang minta sepeda, dia justru meminta rumah.
Editor: jonisetiawan
"Intimidasinya nggak terang-terangan kayak begini. Dari institusi perintah ke bawah dan sebagainya, itu nggak seperti itu dulu," ujarnya.
Ketika ditanya bentuk ancaman yang dimaksud, pria berusia 63 tahun itu meminta wartawan menanyakannya kepada pihak yang diancam.
Baca juga: MOMEN Puan & Jokowi Bertemu Setelah Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Anak Megawati: Gak Ada Huru-hara
Namun, ia menegaskan, apabila dirinya yang mendapatkan ancaman, maka dirinya akan membukanya ke publik.
"Ya tanya yang diancam, wong aku itu nggak diancam. Kalau saya diancam, mau saya buka," terangnya.
Saat kembali ditanya soal Neo-Orde Baru Plus tersebut, Rudy menilai praktik dan tujuan hal tersebut dilakukan.
Bahkan, menurutnya, Soeharto lebih beretika dibandingkan penguasa saat ini.
"Neo-Orde Baru Plus, begitu saja. Ya semua kekuasaan yang dimiliki sekarang ini dipergunakan dengan segala cara yang tidak beretika. Masih beretika Pak Harto," kata Rudy.
Rudy pun menanggapi tanggapan dari Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid, atas pernyataan Megawati.
Menanggapi pertanyaan wartawan yang menyebut Nusron menilai pernyataan Megawati adalah bentuk kegelisahan, Rudy membantahnya.
"Bukan kegelisahan. Bu Mega itu kan pengalaman mulai kecil sampai dengan hari ini belum sejahtera lahir-batin loh."
"Saya ini sebagai kader PDI Perjuangan hanya ingin menyejahterakan batinnya Ibu (Megawati) saja belum kesampaian," ucapnya.
Pernyataan Megawati
Megawati Soekarnoputri menilai, saat ini ada keadaan di mana penguasa mulai menekan rakyat.
Hal itu disampaikannya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD seluruh Pulau Jawa, Senin (27/11/2023) sore.
"Kamu (penguasa) mesti liat perundangan bolehkah kamu menekan rakyatmu, bolehkah kamu memberikan apa pun juga kepada rakyatmu tanpa melalui perundangan yang ada di RI ini?" kata Megawati.
Megawati lantas mengungkapkan kejengkelan yang dirasakannya.
Alhasil, ia turut menyinggung soal kondisi kekeluargaan yang belakangan memang menjadi polemik dalam Pilpres 2024 kali ini.
"Lalu keluarganya itu sama sih? Engga deh, sorry deh. Emang keluarganya polisi juga engga lah, makan baso juga, takut atau tidak?" tanya Megawati kepada pada sukarelawan.
"Tidak," jawab relawan.
"Yes, gitu dong. Aih, mestinya Ibu nggak boleh ngomong gitu, tapi Ibu jengkel," tegasnya.
Wanita berusia 76 tahun itu bahkan sampai menyinggung kalau pemerintahan atau penguasa saat ini merupakan cerminan di masa Orde Baru.
Presiden ke-5 Indonesia itu mengaku merasakan betul kondisi perpolitikan di masa Orde Baru.
"Republik ini penuh dengan pengorbanan tahu tidak? Kenapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti zaman Orde Baru?" ujarnya.
"Benar tidak? Merdeka, merdeka merdeka, menang kita Ganjar-Mahfud satu putaran," tegas Megawati yang diikuti teriakan 'lawan' dari para relawan yang hadir.
***
Artikel ini diolah dari Kompas.com
Sumber: Kompas.com
| Gelagat Kiai Ashari untuk Merayu Para Santriwati, Ucap Doktrin 'Lawan Guru Berarti Lawan Tuhan' |
|
|---|
| Tangis Istri Brigadir Arya, Suami Tewas Ditembak Maling yang Beraksi di Toko, 'Anak-anak Butuh Dia' |
|
|---|
| Viral Mandala, Siswa yang Meninggal Diduga Karena Sepatu Kekecilan, Sekolah Bantah, 'Tak Ada Luka' |
|
|---|
| Tak Beraksi Sendiri, Kiai Ashari Dibantu Teman-teman untuk Menyiapkan 'Kamar Khusus', Akan Dipanggil |
|
|---|
| Nasib Pilu Penumpang Kapal MV Hondius yang Dilanda Wabah Hantavirus, Vlogger Rekam Situasi Mencekam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Momen-Megawati-Soekarnoputri-didatangi-anak-kecil-terjadi-pada-Rabu-312024-sore.jpg)