Berita Viral
Momen Bocah SD Ditawari Hadiah saat Bertemu Megawati, Dilarang Minta Sepeda Malah Minta Rumah
Viral bocah SD bernama Edmund Gultom bertemu Megawati Soekarnoputri, dilarang minta sepeda, dia justru meminta rumah.
Editor: jonisetiawan
TRIBUNTRENDS.COM - Momen lucu seorang bocah meminta rumah kepada Megawati Soekarnoputri, sang anak awalnya sempat bingung karena dilarang meminta sepeda oleh Ketua Umum PDIP tersebut.
Diketahui bocah yang meminta rumah itu adalah Edmund Gultom.
Dalam video yang beredar, awalnya Megawati Soekarnoputri didatangi anak kecil pada Rabu (3/1/2024) sore.
Peristiwa tersebut terjadi pada saat Megawati Soekarnoputri akan menghadiri rapat rutin mingguan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud di Gedung High End, Jakarta Pusat.
Ketika memasui Gedung High End, tiba-tiba seorang anak kecil bernama Edmund Gultom menghampiri Megawati.
Baca juga: TANGGAPI Kritik Megawati Soal Penguasa Orde Baru, Kaesang: Gak Tahu, Saya Gak Hidup di Zaman Itu
Kala itu, Megawati turut disambut oleh calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT)
Megawati, Ganjar dan HT pun tampak berbincang dengan Edmund.
Mereka pun bertanya soal Pancasila kepada Edmund.
Anak yang duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) ini pun hapal akan setiap sila Pancasila.
Saat menyebut sila ketiga, Megawati sempat berkelakar pada Edmund bahwa nomor 3 adalah Ganjar.
"Kalau tiga itu apa? Pak Ganjar," kata Megawati yang mengundang tawa para elite politik itu.
Usai berhasil menyebut semua sila Pancasila, Edmund ditawari hadiah sepeda oleh Hary Tanoe.
Namun Megawati tak ingin sepeda selalu menjadi hadiah.
"Nanti dapat sepeda ya," ucap HT.
"Jangan sepeda lah, sepeda terus ya," Megawati menimpali.
Baca juga: Megawati Singgung Penguasa Sekarang Seperti Orde Baru, FX Rudy Bela, Tanggapan Jokowi & Kaesang
Megawati lantas meminta Edmund mengungkap keinginannya.
Edmund malah meminta sebuah rumah.
"Kamu mau apa?" tanya Megawati.
"Maunya rumah," jawab Edmund disambut tawa.
"Mainan rumah boleh ya, hehehe," pungkas Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.
Megawati Singgung Penguasa Sekarang Seperti Orde Baru
Sementara itu belum lama ini, Megawati Soekarnoputri disorot karena menyebut penguasa saat ini seperti masa Orde Baru ramai disorot.
Sejumlah respon berdatangan terkait pernyataan Ketua Umum PDIP tersebut.
Presiden Jokowi, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, hingga Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo beri responnya.
Sebelumnya, Megawati mengatakan pemerintah menjadi sewenang-wenang jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Baca juga: Megawati Jengkel Hingga Sebut Penguasa Sekarang Seperti Orba, Respon Presiden Jokowi Cuma Tersenyum
Presiden Jokowi enggan menanggapi sindiran Megawati soal gaya pemerintahan saat ini seperti Orde Baru.
Menanggapi kritik tersebut, Jokowi hanya melepas senyum.
"Saya tidak ingin memberi tanggapan," kata Jokowi selepas acara Gerakan Tanam Pohon Bersama di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (29/11/2023).
Kaesang Pertanyakan Definisi
Awalnya, Kaesang Pangarep mempertanyakan siapa penguasa yang dimaksud Megawati tersebut.
Ia mengaku tak terlalu mengerti definisi Orde Baru sebab dirinya tidak besar di era itu.
"Definisi penguasa itu siapa? Siapa?" tanya Kaesang dalam sesi tanya jawab dengan wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.
Wartawan yang ditanya pun menjawab bahwa penguasa sekarang adalah Presiden Jokowi. Lalu, Kaesang menambahkan nama Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden.
Lebih lanjut, Kaesang bertanya, di era pemerintahan Jokowi, ketika ada yang menghina sang Presiden, apakah terjadi penangkapan.
Baca juga: 5 Poin Kritik Megawati, Minta Penguasa Insaf Hingga Merasa Tak Dihormati: Saya Pernah Presiden Lho
"Enggak ada toh? Saya enggak tahu maksudnya definisi Orde Baru seperti apa dulu? Karena saya sendiri kan saya tidak mengalami."
"Karena waktu itu saya masih umurnya kecil, jadi saya enggak mengalami," ujarnya.
Kemudian, wartawan balik bertanya kepada Kaesang, apakah karena pasangan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024, yaitu Prabowo Subianto kental dengan nuansa Orde Baru.
"Balik lagi, saya tidak hidup di zaman itu. Jadi saya harus tanya ke teman-teman yang di mana definisinya sebelum tanya saya tuh seperti apa," tuturnya.
Megawati Dibela FX Rudy
Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo mendukung pernyataan dari Megawati.
Bahkan, ia menilai perilaku penguasa saat ini lebih dari Orde Baru dan menyebutnya Neo-Orde Baru Plus.
"Oh itu, kalau saya menyampaikan bukan sikap Orde Baru, Neo-Orde Baru Plus," kata Rudy saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai maksud dari Neo-Orde Baru Plus yang disebutkannya, ia membandingkan dengan cara mengancam Presiden Soeharto dengan penguasa saat ini.
Menurut FX Rudy, cara Soeharto mengancam tidak terang-terangan seperti saat ini.
"Ya kalau Pak Harto masih baik-baik saja cara mengancamnya tidak seperti sekarang."
"Intimidasinya nggak terang-terangan kayak begini. Dari institusi perintah ke bawah dan sebagainya, itu nggak seperti itu dulu," ujarnya.
Ketika ditanya bentuk ancaman yang dimaksud, pria berusia 63 tahun itu meminta wartawan menanyakannya kepada pihak yang diancam.
Baca juga: MOMEN Puan & Jokowi Bertemu Setelah Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Anak Megawati: Gak Ada Huru-hara
Namun, ia menegaskan, apabila dirinya yang mendapatkan ancaman, maka dirinya akan membukanya ke publik.
"Ya tanya yang diancam, wong aku itu nggak diancam. Kalau saya diancam, mau saya buka," terangnya.
Saat kembali ditanya soal Neo-Orde Baru Plus tersebut, Rudy menilai praktik dan tujuan hal tersebut dilakukan.
Bahkan, menurutnya, Soeharto lebih beretika dibandingkan penguasa saat ini.
"Neo-Orde Baru Plus, begitu saja. Ya semua kekuasaan yang dimiliki sekarang ini dipergunakan dengan segala cara yang tidak beretika. Masih beretika Pak Harto," kata Rudy.
Rudy pun menanggapi tanggapan dari Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid, atas pernyataan Megawati.
Menanggapi pertanyaan wartawan yang menyebut Nusron menilai pernyataan Megawati adalah bentuk kegelisahan, Rudy membantahnya.
"Bukan kegelisahan. Bu Mega itu kan pengalaman mulai kecil sampai dengan hari ini belum sejahtera lahir-batin loh."
"Saya ini sebagai kader PDI Perjuangan hanya ingin menyejahterakan batinnya Ibu (Megawati) saja belum kesampaian," ucapnya.
Pernyataan Megawati
Megawati Soekarnoputri menilai, saat ini ada keadaan di mana penguasa mulai menekan rakyat.
Hal itu disampaikannya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD seluruh Pulau Jawa, Senin (27/11/2023) sore.
"Kamu (penguasa) mesti liat perundangan bolehkah kamu menekan rakyatmu, bolehkah kamu memberikan apa pun juga kepada rakyatmu tanpa melalui perundangan yang ada di RI ini?" kata Megawati.
Megawati lantas mengungkapkan kejengkelan yang dirasakannya.
Alhasil, ia turut menyinggung soal kondisi kekeluargaan yang belakangan memang menjadi polemik dalam Pilpres 2024 kali ini.
"Lalu keluarganya itu sama sih? Engga deh, sorry deh. Emang keluarganya polisi juga engga lah, makan baso juga, takut atau tidak?" tanya Megawati kepada pada sukarelawan.
"Tidak," jawab relawan.
"Yes, gitu dong. Aih, mestinya Ibu nggak boleh ngomong gitu, tapi Ibu jengkel," tegasnya.
Wanita berusia 76 tahun itu bahkan sampai menyinggung kalau pemerintahan atau penguasa saat ini merupakan cerminan di masa Orde Baru.
Presiden ke-5 Indonesia itu mengaku merasakan betul kondisi perpolitikan di masa Orde Baru.
"Republik ini penuh dengan pengorbanan tahu tidak? Kenapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti zaman Orde Baru?" ujarnya.
"Benar tidak? Merdeka, merdeka merdeka, menang kita Ganjar-Mahfud satu putaran," tegas Megawati yang diikuti teriakan 'lawan' dari para relawan yang hadir.
***
Artikel ini diolah dari Kompas.com
Sumber: Kompas.com
| Gelagat Kiai Ashari untuk Merayu Para Santriwati, Ucap Doktrin 'Lawan Guru Berarti Lawan Tuhan' |
|
|---|
| Tangis Istri Brigadir Arya, Suami Tewas Ditembak Maling yang Beraksi di Toko, 'Anak-anak Butuh Dia' |
|
|---|
| Viral Mandala, Siswa yang Meninggal Diduga Karena Sepatu Kekecilan, Sekolah Bantah, 'Tak Ada Luka' |
|
|---|
| Tak Beraksi Sendiri, Kiai Ashari Dibantu Teman-teman untuk Menyiapkan 'Kamar Khusus', Akan Dipanggil |
|
|---|
| Nasib Pilu Penumpang Kapal MV Hondius yang Dilanda Wabah Hantavirus, Vlogger Rekam Situasi Mencekam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Momen-Megawati-Soekarnoputri-didatangi-anak-kecil-terjadi-pada-Rabu-312024-sore.jpg)