Breaking News:

Sudah Dibebaskan Hamas, Warga Israel Malah Ketakutan Bakal Dibunuh Tentara Zinonis 'Kami Khawatir'

Sebuah pengakuan jujur dari sandera warga Israel yang telah dibebaskan Hamas, mereka lebih khawatir tentara Israel sendiri yang akan membunuh mereka.

Alex MITA / KANTOR MEDIA HAMAS / AFP
Seorang anggota Brigade Al-Qassam membantu seorang sandera keluar dari mobil sebelum menyerahkannya kepada pejabat dari Komite Internasional Palang Merah di Gaza pada 24 November 2023. 

TRIBUNTRENDS.COM - Warga Israel mengungkapkan kkekhawatiran akan keselamatannya setelah dibebaskan Hamas.

Para sandera ini mengatakan dengan jujur, merasa lebih aman bersama Hamas.

Mereka begitu khawatir saat ini akan dibunuh oleh tentara Zionis.

Baca juga: Tak Punya Pilihan Lain Ucapan Mantan Intelijen Israel Jadi Sorotan, Akui Sulit Kalahkan Hamas

Sebuah pengakuan jujur dari sandera warga Israel yang telah dibebaskan Hamas, mereka lebih khawatir tentara Israel sendiri yang akan membunuh mereka.

Mereka dengan jelas menyebutkan bukan Hamas yang menjadi kekhawatiran mereka dibunuh. Tapi khawatir militer Israel sendiri yang membunuh saat mereka disandera.

Pejuang Hamas menemani sandera Israel yang baru dibebaskan (berbaju merah muda) ke kendaraan Palang Merah, di Jalur Gaza pada 27 November 2023. Di hari keempat gencatan senjata, 11 sandera Israel dibebaskan sementara Israel membebaskan 33 tahanan Palestina.
Pejuang Hamas menemani sandera Israel yang baru dibebaskan (berbaju merah muda) ke kendaraan Palang Merah, di Jalur Gaza pada 27 November 2023. Di hari keempat gencatan senjata, 11 sandera Israel dibebaskan sementara Israel membebaskan 33 tahanan Palestina. (HAMAS MEDIA OFFICE / AFP)

Warga Israel yang diculik oleh Hamas khawatir mereka akan terbunuh oleh serangan udara dari negara mereka sendiri, dan kematian mereka kemudian akan disalahkan pada kelompok pejuang Hamas tersebut.

The Messenger dalam sebuah laporannya berjudul, 'Sandera yang Dibebaskan: Kami Khawatir Israel Akan Membunuh Kami, Bukan Hamas'.

Wanita itu berbicara dalam pertemuan antara Kabinet Perang Israel dan baru-baru ini membebaskan sandera dan kerabat orang lain yang masih ditahan.

Warga Israel yang diculik oleh Hamas khawatir mereka akan terbunuh oleh serangan udara dari tentara asal negara mereka sendiri, dan kematian mereka disalahkan pada Hamas, bukan pada militer pemerintah, kata seorang sandera yang dibebaskan mengatakannya pada hari Selasa (5/12/2023).

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu berbicara selama pertemuan sengit antara Kabinet Perang Israel dan baru-baru ini membebaskan sandera dan keluarga orang lain yang masih ditahan di Gaza, menurut situs berita Israel Ynet.

“Saya berada di sana dan saya tahu betapa sulitnya berada di tempat penyaderaan,” kata seorang wanita yang diculik dari kibbutz Nir Oz.

“Kami duduk di dalam terowongan dan kami sangat takut bukan kepada Hamas, melainkan Israel sendiri yang akan membunuh kami, dan kemudian Israel akan berkata, 'Hamas yang membunuhmu.'”

 

Wanita itu menambahkan: "Jadi, saya mohon sesegera mungkin untuk mulai menukar tahanan dan semua orang harus kembali ke rumah."

“Tidak ada prioritas. Semua orang penting,” katanya mendesak segera dilakukan pertukaran tawanan.

Wanita itu juga menggambarkan dirinya berada "di dalam rumah ketika ada penembakan di mana-mana,".

Hal ini senada dengan pengakuan para sandera lain yang dibebaskan, yang mengatakan bahwa mereka dipindahkan oleh para penculiknya.

Kabar Gembira dari Israel dan Hamas Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Selama Dua Hari
Kabar Gembira dari Israel dan Hamas Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Selama Dua Hari (Dok. Kompas TV)

Warga negara ganda Israel-Rusia Ron Krivoli dilaporkan memberi tahu bibinya bahwa dia melarikan diri dari sebuah gedung yang dihancurkan oleh pemboman yang dilakukan oleh militer Israel.

Baca juga: PILU Jurnalis Palestina Yara Eid, 60 Anggota Keluarga Tewas, Jalani Terapi Akibat Serangan Israel

Krivoli menghabiskan empat hari bersembunyi dan mencoba mencapai perbatasan sebelum dia ditangkap oleh warga Palestina yang “mengembalikannya ke tangan teroris,” kata bibi Yelena Magid kepada radio Israel.

Pekan lalu, Krivoli dibebaskan oleh Hamas sebagai isyarat niat baik terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, yang pemerintahannya merupakan satu-satunya kekuatan besar di dunia yang mendukung Hamas dalam konflik yang sedang berlangsung.

Israel mulai menyerang Gaza setelah Hamas melancarkan serangkaian serangan mendadak pada 7 Oktober.

Israel mengatakan sekitar 140 sandera masih disandera Hamas.

Pada hari Selasa, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan jumlah korban jiwa warga Palestina telah mencapai 16.000, menurut Times of Israel.

Korban berjumlah 16.248 orang dilaporkan mencakup lebih dari 7.000 anak-anak dan hampir 5.000 laki-laki, dengan 7.000 jenazah lainnya diyakini terkubur di bawah reruntuhan.

'Tak Punya Pilihan Lain' Ucapan Mantan Intelijen Israel Jadi Sorotan, Akui Sulit Kalahkan Hamas

Pengakuan mantan kepala Divisi Intelijen Militer Israel, Tamir Hayman soal Hamas baru-baru ini jadi sorotan.

Pada Selasa (5/12/2023), Tamir Hayman mengakui tak mudah untuk mengalahkan Hamas.

Dalam analisis yang dipublikasikan Channel 12 Israel, Tamir Hayman mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh tentara Israel di Jalur Gaza utara.

“Kita harus mengulur waktu karena kita tidak punya pilihan lain,” ungkapnya, mengutip Anadolu Agency.

Selain itu dirinya juga mengatakan pencegahan serta keamanan Militer Israel di Timur Tengah akan menjamin kemenangan besar bagi Israel.

Baca juga: Buntut Serangan Hizbullah, Israel Balas Serang Balik, Netanyahu Ancam Akan Hancurkan Lebanon

Tentara Israel mengambil posisi selama penggerebekan di kamp pengungsi Palestina Balata, sebelah timur Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada 19 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas.
Tentara Israel mengambil posisi selama penggerebekan di kamp pengungsi Palestina Balata, sebelah timur Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada 19 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas. (Jaafar ASHTIYEH / AFP)

Namun, lanjut Hayman, kesimpulannya saat ini Israel masih jauh dari kemenangan.

Hayman percaya bahwa melenyapkan Hamas adalah sebuah tantangan.

Bahkan bisa mengharuskan penghancuran 60 persen kemampuan militer Israel.

Di sisi lain dia berpendapat bahwa pertempuran di Jalur Gaza selatan akan lebih rumit karena wilayah tersebut berpenduduk padat.

“Setelah sekitar satu juta orang tambahan berpindah dari utara ke selatan Gaza, sekitar dua juta orang kini tinggal di wilayah seluas sekitar 200 kilometer persegi (sekitar 78 mil persegi),” tambahnya.

Diktehaui Israel melanjutkan serangan udara dan darat di Jalur Gaza pada hari Jumat setelah berakhirnya jeda kemanusiaan selama seminggu dengan kelompok Palestina Hamas.

Setidaknya 15.899 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 42.000 lainnya terluka sejak Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, menurut angka resmi.

Baca juga: Dibebaskan Hamas, Warga Israel Ini Tuntut Pemerintah Lewat Unjuk Rasa, Bebaskan Semua Sandera

Israel Lakukan Pembelaan soal Serang Wilayah Sipil

Asap mengepul di atas gedung-gedung di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, saat pertempuran antara Israel dan militan Hamas berlanjut pada 5 Desember 2023.
Asap mengepul di atas gedung-gedung di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, saat pertempuran antara Israel dan militan Hamas berlanjut pada 5 Desember 2023. (MAHMUD HAMS / AFP)

Kepala Staf militer Israel Herzi Halevi mengakui serangan besar pasukan Israel terhadap bangunan sipil di Gaza lantaran adanya alasan tersendiri.

Klaim mereka menyebut pejuang Palestina menyimpan senjata di rumah dan bangunan sehingga menurut Israel, warga sipil tersebut bisa saja melepaskan tembakan saat mengenakan pakaian sipil.

“Tentu saja, untuk melindungi pasukan kita,” kata Halevi. “Oleh karena itu, pasukan beroperasi dengan kuat.”

Setelah berhari-hari memerintahkan penduduk untuk meninggalkan daerah tersebut, pasukan Israel menyebarkan selebaran baru pada hari Selasa (5/12/2023) yang berisi instruksi untuk tetap berada di dalam tempat perlindungan selama serangan tersebut, mengutip Al Jazeera.

“Dalam beberapa jam mendatang, militer Israel akan mulai melancarkan serangan intensif di wilayah tempat tinggal Anda untuk menghancurkan organisasi teroris Hamas,” kata selebaran tersebut, yang ditujukan kepada penduduk di enam distrik Khan Younis.

“Demi keselamatan Anda, tetaplah berada di tempat penampungan dan rumah sakit tempat Anda berada.

Jangan keluar. Keluar itu berbahaya. Anda telah diperingatkan."

Diolah dari artikel Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
HamasPalestinaIsrael
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved