Breaking News:

Berita Viral

MIRIS! Pelajar SMA Bully Bocah SD di Bekasi Gegara Main Bola, Diejek hingga Badan Diputar-putar

Tega sekali sekelompok anak SMA di Bekasi, mereka membully seorang anak SD karena salah paham saat main bola, tubuh korban diputar-putar.

Editor: jonisetiawan
Kolase TribunTrends/Ist
Bocah SD dibully anak SMA di Bekasi berawal dari main bola, tubuhnya diputar-putar. 

Para kepala sekolah SD yang terlibat perundungan itu baru mengetahui aksi bullying setelah viral.

Baca juga: Siswa SD Korban Bully yang Kakinya Diamputasi Ingin Bertemu Raffi Ahmad, Ngaku Terinspirasi

Aksi perundungan pelajar dari 2 SD negeri di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, viral di media sosial.

Kedua belah pihak sekolah yang terlibat menyebut, para siswa tidak melaporkan apa yang terjadi usai kejadian hingga terlambat ditangani. Penanganan dilakukan usai video viral.

Ilustrasi siswa SD
Ilustrasi siswa SD (Tribunnews)

Angga Permana, Kepala SD Negeri yang menjadi korban mengungkapkan, kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/11/2023), atau empat hari lalu.

Para siswa yang menjadi korban perundungan tidak melaporkan apa yang telah terjadi kepada guru-guru di lingkungan sekolahnya.

Mereka juga tidak menampakkan perubahan fisik seperti raut wajah yang sedih, marah, atau apapun pasca-peristiwa. Sehingga guru tidak menaruh curiga kepada para siswa yang terlibat.

"Kami tidak tahu kronologisnya seperti apa, karena tidak ada laporan. Baru diketahui pagi tadi setelah kita datangkan keluarga siswa dari masing-masing sekolah. Seluruh siswa mengakui tidak menceritakan kepada guru masing-masing," kata Angga saat ditemui Kompas.com usai upaya mediasi yang berlokasi di sekolahnya.

Hal serupa juga mereka lakukan kepada orangtua masing-masing. Mereka tidak bercerita terkait aksi kekerasan yang dilakukan para pelajar ini. Peristiwa menjadi ramai setelah video tersebut viral di media sosial pada Rabu pagi. 

"Yang sangat saya sayangkan, empat anak yang kembali ke sekolah lebih awal tidak menceritakan, begitupun dua anak yang jadi korban, tidak cerita, tidak menunjukkan apa-apa, bahkan tidak melaporkan ke orangtuanya," ungkap Angga.

Angga mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat. Pihak guru tidak mengetahui enam pelajar SD yang Angga pimpin keluar sekolah dan menuju sebuah sawah hingga akhirnya terjadi hal demikian.

Hal serupa juga diungkap Sri Elis Rangmiati, Kepala SD Negeri dari pihak pelaku. Ia mengaku tidak mengetahui siswanya keluar sekolah saat jam istirahat.

Elis telah menyediakan lokasi untuk jajan berupa kantin dalam sekolah agar membuat anak tidak keluar sebelum jam pulang.

Berdasarkan pengakuan sebelas pelajar yang melakukan pemukulan dan perundungan, mereka ingin bermain ke sawah.

Baca juga: NASIB Siswa SD Bekasi Korban Bully, Susah Beraktivitas Usai Hidup dengan Satu Kaki, Tak Mau Sekolah

Ilustrasi korban perundungan
Ilustrasi korban perundungan (iStock)

Namun, hal yang tidak diinginkan terjadi begitu saja setelah bertemu siswa dari sekolah lainnya.

Dia tidak menyangka serta sangat prihatin melihat aksi kekerasan yang dilakukan siswa didiknya kepada siswa sekolah lain.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
siswa SMAbocah SDBekasibully
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved