Breaking News:

Berita Viral

Tampang Fauzie, Mahasiswa yang Siksa Siswa MAN 1 Medan hingga Luka, Ketua Geng, Kini Hilang Jejak

Mengenal Fauzie, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), pelaku bullying sadis terhadap siswa MAN 1 Medan.

Editor: jonisetiawan
Istimewa
Terungkap tampang pelaku yang bully siswa MAN 1 Medan Muhammad Habib, dia merupakan ketua geng yang berstatus sebagai mahasiswa semester 5. 

Bahkan korban pula dipaksa minum air liur para pelaku.

"Para pembuli memaksa adik saya untuk makan lumpur, menghisap sendal, makan daun dan ranting, serta meminum air ludah dari para pembuli," ungkapnya.

"Tidak sampai di situ, adik saya juga disiksa, ditendang, dipukul, dibakar tangannya pakai kunci yang dipanasi api," lanjutnya.

Dugaan Anisa, pelaku bullying terhadap adiknya itu mencapai 20 orang.

Kendati begituu, ia pun berharap tim kepolisian bisa segera menuntaskan kasus ini.

Sementara itu, ibunda korban yakni Khairani Anwar pun buka suara.

Khairani Anwar tak dapat menahan tangisnya saat menceritakan anaknya yang dibully oleh 20 orang.

Ia tak terima anaknya digebuki, dipaksa makan sandal berlumpur, makan daun serta meminum air yang sudah diludahi sekitar 20 orang.

Bahkan parahnya lagi, punggung telapak tangan anaknya disundut besi kunci kendaraan yang sebelumnya dibakar menggunakan korek api hingga berbentuk huruf PA.

Menurut informasi yang diterima Khairani, penyiksaan ini lantaran anaknya menolak bergabung ke dalam geng diduga geng motor berisikan pelajar MAN 1 Medan dan alumni sekolah tersebut.

Baca juga: MIRIS Siswa MAN 1 Medan Jadi Korban Bully, Disiksa & Dipaksa Makan Lumpur, Pembully Ada 20 Orang

Ilustrasi penganiayaan - Seorang nenek di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi korban penganiayaan. Pelaku merupakan cucu korban.
Ilustrasi bullying (//www.ladbible.com)

Kemudian, penganiayaan ini juga diduga karena alumni maupun siswa yang tergabung ke dalam geng tak senang karena anaknya Muhammad Habib berteman dengan siswa SMA lainnya yang dianggap musuh dari pelajar MAN 1 Medan.

Padahal, kata pembina rumah Tahfizh Quran Anwar Saadah, anaknya berteman dengan pelajar sekolah lain lantaran pelajar itu alumni tahfizh nya, dimana itu muridnya.

"Anak saya kan baru masuk kelas 1 dan anak sekolah SMA negeri 6 ada mantan anak didik saya, itulah kawan Habib. Mereka gak senang habib berteman dengan anak SMA negeri 6,"kata Khairani Anwar, Sabtu (25/11/2023).

Sebelum dugaan penculikan dan penyiksaan ini terjadi, Khairani juga menyebut anaknya sempat diancam dibunuh.

Namun ada tawaran lain jika ia tak mau hal itu terjadi, yakni Habib harus menjebak temannya yang berada di sekolah lain supaya datang.

Halaman
1234
Tags:
MedanmahasiswaFauziebully
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved