Breaking News:

Organisasi Save The Children Sebut 1 Anak Terbunuh Setiap 15 Menit Selama 11 Hari Serangan di Gaza

Organisasi Kemanusiaan Save The Children mencatat fakta memilukan terkait kehidupan anak-anak selama serangan udara Israel di Gaza.

Editor: Galuh Palupi
Kolase Tribun Trends/Ist
Ilustrasi anak menangis 

Ia menjelaskan, seluruh jalur penyeberangan di Gaza ditutup, sehingga mustahil mendatangkan bahan bakar untuk pembangkit listrik atau generator yang sudah lama diandalkan oleh warga dan rumah sakit.

Baca juga: PILU Detik-detik Wanita Israel Dikabari Suami Tewas, Terekam saat Wawancara Stasiun TV, Histeris

Asap mengepul dari perbatasan Rafah Gaza dengan Mesir saat serangan udara Israel pada 10 Oktober 2023. Perbatasan Gaza dengan Mesir, satu-satunya yang melewati Israel, terkena serangan udara Israel pada 10 Oktober 2023 untuk kedua kalinya di 24 jam, kata para saksi dan kelompok hak asasi manusia. Para saksi mata mengatakan serangan itu menghantam tanah tak bertuan antara gerbang Mesir dan Palestina, sehingga merusak aula di sisi Palestina.
Asap mengepul dari perbatasan Rafah Gaza dengan Mesir saat serangan udara Israel pada 10 Oktober 2023. Perbatasan Gaza dengan Mesir, satu-satunya yang melewati Israel, terkena serangan udara Israel pada 10 Oktober 2023 untuk kedua kalinya di 24 jam, kata para saksi dan kelompok hak asasi manusia. Para saksi mata mengatakan serangan itu menghantam tanah tak bertuan antara gerbang Mesir dan Palestina, sehingga merusak aula di sisi Palestina. (KATA KHATIB/AFP)

Stok makanan hanya bertahan dua minggu

Sementara itu, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina mengatakan, mereka memiliki persediaan makanan dan air kurang dari dua minggu untuk membantu lebih dari 180.000 warga yang berlindung di sekolah-sekolah.

"Jalan-jalan diblokir, kami tidak memiliki saluran telepon, jaringan kami terkena serangan udara.

Sangat sulit bagi kami untuk mengetahui apa yang terjadi," kata wakil direktur badan tersebut, Jennifer Austin.

Pihaknya mengandalkan staf yang juga merupakan bagian dari pengungsi dan tetap bertugas memberikan layanan.

"Ini benar-benar situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata dia.

Ketegangan Hamas-Israel

Blokade yang dilakukan Israel di Jalur Gaza menjadi respons terkait serangan Hamas yang menembakkan ribuan roketnya ke wilayah Israel pada Sabtu (7/10/2023).

Serangan Hamas tersebut diakui sebagai respons terhadap semua kekejaman yang dihadapi warga Palestina selama beberapa dekade.

Israel membalas serangan Hamas dengan mendeklarasikan perang melawan Hamas pada Minggu (8/10/2023).

Mereka juga memblokade penuh akses berbagai kebutuhan pokok menuju Gaza, sehingga menimbulkan krisis kemanusiaan.

Hingga kini, 1.100 warga Palestina dan 1.200 orang Israel menjadi korban dalam konflik kedua pihak.

(Wartakota/Kompas.com)

Sebagian diolah dari artikel di Wartakota dan Kompas.com

Sumber: Warta Kota
Tags:
PalestinaIsraelGaza
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved