Berita Kriminal
KABUR Napi di Bengkalis Sempat Mencuri di Kebun Warga, Kini Berhasil Ditangkap Lagi 'Lompat Tembok'
Samsul Arifin (36), narapidana (Napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Riau, akhirnya tertangkap lagi
Editor: Nafis Abdulhakim
TRIBUNTRENDS.COM - Seorang narapidana dari Lapas Bengkalis, Riau melarikan diri.
Napi ini juga dikabarkan sempat mencuri di kebun warga saat kabur.
Kini napi berusia 36 tahun itu kini sudah berhasil ditangkap kembali.
Baca juga: PILU Napi Lapas Blitar, Meninggal usai Mengeluh Sakit Gigi, Padahal Sebentar Lagi Bebas Bersyarat
Samsul Arifin (36), narapidana (Napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Riau, akhirnya tertangkap lagi, Kamis (14/9/2023).
Samsu ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Bengkalis dan Lapas Bengkalis.
Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro mengatakan, Samsul ditangkap di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, sekitar pukul 13.15 WIB.
"Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat yang melihat ada orang yang dicurigai tahanan Lapas Bengkalis yang kabur," ujar Setyo kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Kamis.
Lalu, petugas gabungan menyisir kawasan Jalan Pramuka, tapi tidak ditemukan.
Petugas kembali mendapat informasi bahwa pelaku berada di kawasan Jalan Bantan. Saat itu, warga melihat Samsul sedang mencuri tebu di kebun warga.
"Tim mendatangi lokasi dan melihat pelaku lari ke dalam semak. Tim melakukan pengejaran dan pelaku berhasil ditangkap," kata Setyo.
Diberitakan sebelumnya, seorang narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Riau, kabur pada Rabu (13/9/2023), sekitar pukul 02.00 WIB.
Kepala Lapas Bengkalis M Lukman saat dikonfirmasi mengatakan, napi yang kabur itu bernama Samsul Arifin (36).
"Benar, saat ini kami sedang melakukan pengejaran atau pencarian terhadap yang bersangkutan," kata Lukman kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu.
Baca juga: Tak Sengaja Ditendang, 2 Napi Narkoba di Kalsel Adu Pukul, 1 Tewas, Dianiaya Pakai Senjata Rakitan
Menurut Lukman, napi tersebut kabur dengan cara merusak plafon kamar dan kemudian melompati tembok.
"Yang bersangkutan kabur lewat plafon kamar dan melompat tembok," sebut Lukman.
Samsul Arifin diketahui seorang napi kasus pencurian, yang divonis 5 tahun penjara.
Warga asal Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, tercatat hukumannya masih tersisa 4 tahun, 4 bulan, 6 hari.
Tak Sengaja Ditendang, 2 Napi Narkoba di Kalsel Adu Pukul, 1 Tewas, Dianiaya Pakai Senjata Rakitan
Dua narapidana narkotika di Kalimantan Selatan terlibat perkelahian.
Nahas salah satu napi berakhir tewas.
Korban meninggal dunia setelah dianiaya menggunakan senjata rakitan dari pelat besi.
Baca juga: DIKIRA Prank Jelang Ulang Tahun, Bidan di Bogor Tewas Mengenaskan, Rekan Kerja Beri Kesaksian
Seorang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) tewas setelah terlibat perkelahian dengan tahanan lain.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Wahyu Susetyo mengatakan, perkelahian antar-tahanan tersebut terjadi pada Senin (7/8/2023) dini hari, sekitar pukul 03:00 Wita.
Korban berinisial AM (33) warga Banjarmasin.
Sementara lawannya HRA, warga Kabupaten Kotabaru, Kalsel.
Perkelahian keduanya terjadi di dalam sel tempat mereka ditahan.
"Sebelumnya mereka sama-sama tidur di sel tempat mereka.
Saat dini hari pelaku kemungkinan tak sengaja menendang korban hingga akhirnya terjadi perkelahian yang menyebabkan korban tewas," ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Senin malam.
Saat terjadi perkelahian, penghuni sel lainnya sempat berusaha melerai.
Namun pelaku yang sudah terlanjur emosi lantas mengeluarkan senjata tajam rakitan yang dibuat dari pelat besi.
Baca juga: Ya Tuhan! Sopir Truk Molen di Madiun Tewas Terjatuh ke Mesin Pengaduk Semen, Rekan Kerja Histeris
"Jadi pelaku ini menggunakan senjata rakitan pelat besi," ungkapnya.
Mendapat serangan dari pelaku, korban tersungkur bersimbah darah.
Petugas Lapas kemudian membunyikan alarm sebagai tanda adanya gangguan di dalam Lapas.
Namun, saat petugas tiba, korban sudah dalam kondisi lemas dan langsung dibawa ke klinik Lapas untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Petugas di klinik melihat kondisi korban semakin drop.
Baca juga: Remaja 15 Tahun Tewas Gantung Diri, Ayah Beber Sikap Janggal Anaknya, Tinggalkan Gambar Aneh Ini
Selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura. Kurang lebih sejam korban meninggal dunia," ungkapnya.
Mendapat kabar korban tewas, pihak Lapas kemudian menghubungi keluarga korban.
Tak lama jasad korban dibawa untuk dimakamkan.
"Sebelumnya semua pengurusan jenazah, mulai dari rumah sakit sampai dimakamkan dari kita semua.
Jenazah tadi diterima oleh pamannya sementara kasus ini pihak keluarga mempercayakan kepada kami dan kepolisian," pungkasnya. (*)
Diolah dari artikel kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Seorang-narpidana-bernama-Syamsul-Arifin-yang-kabur-dari-Lapas-Kelas-II-Bengkalis-berhasil-ditangkap.jpg)