Breaking News:

Berita Viral

Kisah di Balik Jenazah Diantar Perangkat Desa, Terkuak Kondisi Almarhum Semasa Hidup, Memilukan

Viral jenazah diantar perangkat desa, terkuak kisah pilu di baliknya, kondisi Almarhum semasa hidup.

Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Instagram/medsoskediri
Viral jenazah di Kediri dikuburkan perangkat desa karena warga tak ada yang mau mengantarnya 

TRIBUNTRENDS.COM - Sempat viral beberapa waktu lalu video jenazah diantar perangkat desa menuju pemakaman.

Kala itu, warga diduga tak mau mengantar jenazah, kini terungkap fakta sesungguhnya.

Sebelumnya, beredar video memperlihatkan sejumlah perangkat desa menggotong keranda berisi jenazah.

Terlihat pula seorang perempuan berada di barisan paling depan berjalan sambil menabur bunga.

Perempuan itu mengenakan pakaian dinas ASN.

Baca juga: VIRAL Jenazah Diantar Perangkat Desa, Warga Bukan Tak Mau Mengantar, Terkuak Fakta Sesungguhnya

Baca juga: MASYA ALLAH Jenazah Sudah 7 Tahun Dikubur Masih Utuh, Anak Nangis Terharu: Saya Usap Kepala Ibu

Sementara perekam video terdengar melantunkan kalimat tahlil sepanjang jalur menuju ke tempat pemakaman di desa tersebut.

Dalam video itu tertempel caption, "Bukan cerita Indosiar. ini nyata. tadi siang. meninggal gak Ada. yang nganterin. sampe perangkat desa yang nganterin keep makam. semoga kita semua nanti. meninggal dalam keadaan baik. husnul khotimah Dan banyak yang mendoakan."

Pada keranda itu tertulis Desa Kedak, yang kemudian mengarah ke sebuah desa di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dari penelusuran yang dilakukan Kompas.com, pengantaran jenazah itu memang terjadi di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (20/9/2022).

Ada pun yang meninggal dunia adalah Partono (50), warga setempat, yang wafat di rumahnya pada Selasa, pukul 09.00 WIB.

Partono dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun caption pada video tersebut dinilai kurang tepat karena kurang sesuai dengan kenyataan yang ada.

Camat Semen Kemi mengatakan, kematian seorang warganya itu didatangi oleh sejumlah pelayat meski jumlahnya tidak banyak.

"Videonya tidak merekam hingga selesai. Sebab di areal pemakaman, juga banyak warga yang sudah ada di sana," ujar Kemi kepada Kompas.com, Kamis (22/9/2022).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved