Breaking News:

Permintaan Ukraina Ditolak, Internet Rusia Tak Bakal Diblokir Total, ICANN Merasa Bukan Tugasnya

Permintaan Ukraina agar internet Rusia diblokir total ditolak oleh ICANN. ICANN merasa itu bukan tugasnya.

Editor: Suli Hanna
pexel
Ilustrasi jaringan internet 

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa pencabutan domain Rusia dapat membantu pengguna internet mengakses "informasi yang dapat diandalkan di zona domain alternatif, mencegah propaganda dan disinformasi."

Tak hanya TLD, pemerintah Ukraina juga meminta sertifikat protokol keamanan Secure Socket Layer (SSL) dari tiga TLD Rusia itu untuk ikut dicabut.

SSL sendiri merupakan protokol kemanan yang memastikan data transaksi online dienkripsi atau dikirim sebagai kode-kode acak sehingga tidak dapat dibaca pihak ketiga yang berusaha menyadap.

Tanda kalau web menggunakan SSL adalah alamat web-nya menjadi https://, perhatikan ada ”s” (artinya secure alias aman) setelah http.

Baca juga: Spotify Ikuti Jejak Platform Raksasa Dunia, Kini Tutup Kantor di Rusia, Protes Invasi di Ukraina

Baca juga: Lebih Aman, Instagram Sediakan Fitur Enskripsi agar Pengguna di Ukraina dan Rusia Bisa Bertukar DM

Ilustrasi jaringan internet
Ilustrasi jaringan internet (pexel)

ICANN menolak

Tiga hari berselang, tepatnya pada Kamis (3/3/2022) ICANN resmi menolak permintaan pemerintah Ukraina untuk memutus Rusia dari internet dunia.

Ini artinya, tiga top level domain Rusia tidak akan dicabut sehingga website tetap bisa diakses seperti biasanya.

Alasan ICANN menolak permintaan Rusia adalah karena mencabut TLD dari suatu negara tidak termasuk dalam lingkup misi ICANN.

Selain itu, hal tersebut juga diniali bukan langkah yang tepat untuk dilakukan.

"Seperti yang Anda ketahui, Internet adalah sistem terdesentralisasi.

Tidak ada aktor yang memiliki kemampuan untuk mengontrol atau mematikannya," tulis CEO dan Presiden ICANN Göran Marby, dalam surat tanggapannya kepada Nabok dan Fedorov.

"Pada dasarnya, ICANN dibangun untuk memastikan bahwa internet berfungsi, bukan malah dimanfaatkan untuk mengoordinasikan pemutusan internet," lanjut dia.

Marby menegaskan bahwa misi ICANN adalah untuk menjaga netralitas dan tidak termasuk untuk menghukum, mengeluarkan sanksi, atau membatasi akses internet kepada siapapun, meski ada provokasi.

Yang jelas, ia hanya mengatakan bahwa "ICANN siap untuk terus mendukung keamanan, stabilitas, dan ketahanan internet Ukraina dan global", sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNN, Jumat (4/3/2022).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved