Breaking News:

Spotify Ikuti Jejak Platform Raksasa Dunia, Kini Tutup Kantor di Rusia, Protes Invasi di Ukraina

Spotify mengikuti jejak platform raksasa dunia lainnya dalam menanggapi konflik Rusia-Ukraina. Kini tutup kantor di Rusia sebagai bentuk protes.

Editor: Suli Hanna
spotify.com
Aplikasi Spotify 

TRIBUNTRENDS.COM - Konflik Rusia-Ukraina mengubah banyak hal di dua negara bersangkutan.

Berbagai platform raksasa dunia memberi respon.

Kebanyakan dari mereka memblokir situs media Rusia.

Kini, Spotify pun turut merespon konflik tersebut.

Platform layanan streaming musik, Spotify mengumumkan penutupan kantornya di Rusia sebagai tanggapan atas serangan yang dilancarkan Vladimir Putin terhadap Ukraina.

Pemerintah Barat mendesak perusahaan-perusahaan untuk memberikan serangan balik pada Rusia dengan cara apa pun, yang memungkinkan negara beruang putih ini akan kelimpungan.

Baca juga: Lebih Aman, Instagram Sediakan Fitur Enskripsi agar Pengguna di Ukraina dan Rusia Bisa Bertukar DM

Baca juga: Sebelum Menjabat Presiden Ukraina, Ternyata Zelensky Pernah Jadi Dubber, Isi Suara Paddington Bear

Ilustrasi Spotify pada ponsel
Ilustrasi Spotify pada ponsel (Pixabay)

Dalam pernyataannya, Spotify tetap berusaha untuk menjadi sumber penting bagi berita global dan regional.

"Prioritas pertama kami selama seminggu terakhir adalah keselamatan karyawan kami dan untuk memastikan bahwa Spotify terus berfungsi sebagai sumber penting berita global dan regional pada saat akses ke informasi lebih penting dari sebelumnya," ungkap Spotify dalam sebuah penyataan yang dikutip dari Reuters.com, Kamis (3/3/2022).

Layanan musik streaming ini mengatakan telah meninjau ribuan konten sejak awal serangan terjadi, dan membatasi acara yang dimiliki dan dioperasikan oleh media yang berhubungan dengan Pemerintah Rusia.

Mengikuti langkah Facebook, pada awal pekan ini Spotify menghapus semua konten dari media Rusia seperti RT dan Sputnik di Uni Eropa, Amerika Serikat dan pasar lain di seluruh dunia, kecuali untuk wilayah Rusia.

Sejak Juli 2021, undang-undang Rusia yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin, memberikan kewajiban perusahaan media sosial asing dengan jumlah pengguna harian mencapai lebih dari 500.000 pengguna, untuk membuka kantor lokal atau layanan mereka akan dibatasi.

Hanya beberapa perusahaan, termasuk Spotify yang memenuhi aturan itu, menjelang tenggat waktu UU tersebut yaitu pada Maret 2022.

Spotify menambahkan, para pegawainya akan memberikan donasi kepada korban invasi Rusia atas Ukraina dengan jumlah yang telah disesuaikan.

Masuknya Spotify ke Rusia

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved