Breaking News:

Berita Viral

Petugas Damkar Sleman Dikerjai DC Pinjol, Dikira Cari Ular Ternyata Disuruh Tagih Utang ke Warga

Ambulans dan Damkar di Sleman menjadi korban order dan laporan fiktif yang diduga dilakukan debt collector pinjol, sudah sering terjadi

Penulis: joisetiawan
Editor: jonisetiawan
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
DC PINJOL KERJAI DAMKAR - Ilustrasi mobil damkar. Damkar di Sleman menjadi korban order dan laporan fiktif yang diduga dilakukan debt collector pinjol. 

Ringkasan Berita:
  • Ambulans dan Damkar di Sleman menjadi korban order dan laporan fiktif yang diduga dilakukan debt collector pinjol
  • Relawan datang ke lokasi di Caturtunggal, namun tidak menemukan kondisi darurat menunjukkan adanya tipu daya
  • Petugas pemadam kebakaran menerima laporan ular, namun setelah dicek ternyata tidak ada menunjukkan pola teror berulang

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah harapan masyarakat terhadap layanan darurat yang sigap dan tulus, sebuah ironi justru terjadi.

Layanan kemanusiaan yang seharusnya menjadi penolong di saat genting malah dipelintir menjadi alat teror.

Bukan hanya relawan ambulans, bahkan petugas pemadam kebakaran (Damkar) ikut menjadi korban ulah oknum yang diduga debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) di wilayah Sleman.

Peristiwa ini pun menyulut kemarahan publik setelah viral di media sosial, membuka mata banyak pihak bahwa penyalahgunaan layanan darurat telah melampaui batas.

Baca juga: Terungkap Identitas Peneror Petugas Damkar Depok, Polisi Pastikan Bukan Anggota Polri

Panggilan Darurat yang Berujung Tipu Daya

Kisah ini bermula pada Rabu, 22 April 2026. Relawan ambulans menerima panggilan darurat untuk menjemput pasien di sebuah rumah kos di kawasan Caturtunggal, Kapanewon Depok.

Tanpa menaruh curiga, tim langsung bergerak cepat sebuah refleks kemanusiaan yang selama ini mereka pegang teguh.

Namun setibanya di lokasi, harapan untuk menolong justru berubah menjadi kebingungan. Tidak ada pasien, tidak ada kondisi darurat. Semuanya kosong.

Kecurigaan semakin menguat ketika sopir ambulans, Aziz Apri, mencoba menghubungi kembali pihak yang menelepon melalui panggilan video.

“Mas njenengan orderan fiktif ambulans ya? Jangan main-main, ini layanan kesehatan mas, jangan dipermainkan,” tegas Aziz dalam video yang beredar.

ilustrasi petugas damkar -
ilustrasi petugas damkar - Damkar di Sleman menjadi korban order dan laporan fiktif yang diduga dilakukan debt collector pinjol. (Istimewa)

Dipaksa Jadi Alat Penagihan Utang

Alih-alih meminta maaf, suara di seberang telepon justru mengeluarkan perintah yang mengejutkan dan di luar nalar. Sopir ambulans diminta untuk berubah peran dari penyelamat menjadi penagih utang.

“Bapak ketemu Bu Yuni? Minta untuk bayar uang pinjolnya. Ini perintah ya, bapak angkut Bu Yuni, kasih surat untuk melunasi utang pinjolnya,” ucap pria tersebut dengan nada menekan.

Tak berhenti di situ, pelaku bahkan mengarahkan agar biaya ambulans dibebankan kepada orang yang dituju. Sebuah upaya manipulatif yang memperlihatkan bagaimana layanan kemanusiaan dijadikan alat intimidasi.

Baca juga: Kronologi Pengacara Ditusuk Debt Collector di Tangerang, Pelaku Kabur, Begini Nasib Korban

Mengaku Pinjol, Lalu Menghilang

Setelah menyadari telah menjadi korban order fiktif, pihak ambulans mencoba menghubungi kembali nomor tersebut. Dalam percakapan lanjutan, pelaku sempat mengaku berasal dari layanan pinjaman online.

"Pas ditelepon balik, sempat mengaku dari pinjol. Pinjol rakyat, katanya. Tapi setelah itu dihubungi, di-VC juga nggak diangkat," katanya.

Halaman 1/2
Tags:
damkarSlemanpinjoldebt collector
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved