Berita Viral
Hakim Heran Videografer Amsal Sitepu Dibui Meski Bayaran Sesuai Proposal: Kenapa Dia Dipenjara?
Hakim sempat bingung dan mempertanyakan alasan Amsal Sitepu dipenjara, karena nilai proposal dan pembayaransemuanya sama
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Dalam persidangan, hakim sempat bingung dan mempertanyakan alasan videografer Amsal Sitepu dipenjara
- Proyek video profil desa yang dikerjakan Amsal dinilai auditor terlalu mahal (Rp30 juta vs estimasi wajar Rp24,1 juta)
- Jaksa menyebut kerugian mencapai Rp202 juta, namun angka ini dipersoalkan pihak kuasa hukum
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah ruang sidang yang biasanya kaku dan penuh kepastian hukum, sebuah pertanyaan justru menggantung tanpa jawaban yang jelas.
Bukan dari terdakwa, melainkan dari hakim sendiri sebuah tanda bahwa perkara yang dihadapi menyimpan kejanggalan yang tak mudah dijelaskan.
Pertanyaan Hakim yang Menggema
Videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu, mengungkap momen mengejutkan saat persidangan kasus yang menjeratnya.
Baca juga: Perjuangan Amsal Sitepu Bikin Video Profil 20 Desa, Drone Disambar Elang, Kini Didakwa Korupsi
Ia menyebut hakim ketua sempat mempertanyakan alasan dirinya bisa dipenjara, meski pembayaran proyek yang ia kerjakan sesuai dengan kesepakatan.
“Hakim ketua pada saat itu di persidangan bertanya, 'kenapa dia bisa dipenjara?' Hakim bertanya sama kepala desa, mereka tidak tahu. 'Ada proposal yang dia tawarkan?' Kepala desa menjawab ada.
'Berapa nilai proposal yang dia tawarkan?' Rp 30 juta kata kepala desa. 'Berapa yang kalian bayarkan?' Rp 30 juta.
Dan hakim bertanya, 'terus kenapa dia bisa dipenjara?' Kepala desa menjawab, 'enggak tahu Yang Mulia',” ujar Amsal.
Pernyataan ini disampaikan Amsal dalam rapat bersama Komisi III DPR melalui Zoom, Senin (30/3/2026).
Proyek Video Desa di Tengah Pandemi
Amsal menjelaskan bahwa proyek pembuatan video profil desa tersebut muncul di masa sulit, yakni saat pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, ia dan rekan-rekannya kehilangan pekerjaan akibat pembatasan aktivitas.
Menurutnya, tarif Rp 30 juta per desa justru tergolong murah, mengingat tantangan teknis yang dihadapi di lapangan, terutama di wilayah Kabupaten Karo.
Ia bahkan menceritakan insiden saat proses pengambilan gambar, di mana drone miliknya sempat disambar burung elang hingga jatuh.
“Dan kemudian kami kerjakan dengan alat yang profesional dan keahlian yang profesional. Semua kami adalah profesional videografer yang mengerjakan ini,” kata Amsal.
Baca juga: Amsal Sitepu Dituduh Mark Up Anggaran Padahal Sesuai Proposal, Hakim Heran: Kenapa Bisa Dipenjara?
Pembayaran Sesuai Proposal
Amsal menegaskan bahwa seluruh pembayaran yang diterima sesuai dengan proposal yang diajukan. Tidak ada perbedaan antara nilai yang ditawarkan, disepakati, hingga yang dibayarkan oleh pihak desa.
“Dan kemudian kami menerima pembayaran sejumlah Rp 30 juta, persis seperti proposal, persis seperti SPJ yang saya tandatangani. Tidak ada yang berbeda.
Sumber: TribunTrends.com
| Rumah Dadan Hindayana di Bogor Disebut Tidak Digeledah, Satpam Bongkar Sosoknya 'Jarang Sosialisasi' |
|
|---|
| Dicopot dari Kepala BGN, Dadan Hindayana Tetap Berterimakasih ke Prabowo 'Insya Allah Beliau Sukses' |
|
|---|
| Gimmik Umrah Milenial Estetik Hanania Travel untuk Gaet Korban, Sejumlah Artis Pernah Diberangkatkan |
|
|---|
| Sosok Dino Patti Djalal yang Kritik Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Dijuluki Bapak Diaspora Indonesia |
|
|---|
| Mahasiswa PNJ Mesum Sesama Jenis, Ayah Sujud Minta Maaf, Pasrah Jika DO: Saya Antar dengan Bangga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Amsal-Christy-Sitepu-seorang-videografer-profesional.jpg)