Berita Viral
WFH 1 Hari Sepekan Segera Berlaku, Tak Hanya ASN: Siapa Saja yang Kena?
Pemerintah siapkan WFH 1 hari per minggu untuk ASN dan swasta, tapi tidak semua sektor bisa ikut.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah tengah mematangkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan yang rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa kebijakan tersebut akan diputuskan pada bulan Maret 2026. Pernyataan itu disampaikan usai rapat bersama Presiden RI, Prabowo Subianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Meski begitu, hingga kini pemerintah belum mengungkap tanggal pasti penerapan aturan tersebut. Proses finalisasi masih berlangsung dan tinggal menunggu waktu sebelum diumumkan secara resmi ke publik.
Berlaku untuk ASN dan Swasta, Tapi Terbatas
Kebijakan WFH ini tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga akan mencakup pekerja sektor swasta. Namun, penerapannya tidak bersifat menyeluruh untuk semua bidang pekerjaan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa hanya sektor tertentu yang memungkinkan sistem kerja jarak jauh yang akan menerapkan kebijakan ini.
Sektor seperti pelayanan publik, industri, hingga perdagangan dipastikan tidak sepenuhnya bisa mengikuti skema WFH karena membutuhkan kehadiran fisik dalam operasionalnya. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan penyesuaian berdasarkan karakteristik masing-masing pekerjaan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyebut bahwa kebijakan ini pada dasarnya sudah mendapat persetujuan para menteri. Kini tinggal menunggu arahan langsung dari Presiden sebelum diumumkan secara resmi.
WFH Jadi Strategi Hemat BBM di Tengah Isu Global
Penerapan WFH satu hari dalam sepekan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga berdampak langsung pada penurunan konsumsi energi harian.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bahkan telah lebih dulu menginisiasi kebijakan serupa. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan bahwa penerapan WFH bagi ASN setiap hari Rabu mulai April 2026 berpotensi menghemat hingga 108 ribu liter BBM per hari.
Perhitungan tersebut didasarkan pada jumlah ASN aktif serta asumsi jarak tempuh harian menggunakan kendaraan bermotor. Meski begitu, tidak semua ASN dapat mengikuti kebijakan ini, terutama tenaga kesehatan dan pendidikan yang tetap harus memberikan layanan langsung kepada masyarakat.
Pemerintah juga memastikan bahwa produktivitas tetap menjadi prioritas utama. Sistem penilaian kinerja berbasis target akan diterapkan agar meski bekerja dari rumah, kualitas pelayanan publik tidak menurun.
Sumber: TribunTrends.com
| LCC 4 Pilar Kalbar Digelar Ulang, SMAN 1 Pontianak Tegaskan Tak Ikut, Sempat Protes, Hormati Hasil |
|
|---|
| 5 Poin Keputusan yang Disampaikan Ketua MPR soal LCC 4 Pilar di Kalbar, Final Ulang, Ganti Juri |
|
|---|
| Pesan Haru Ayah Ocha Usai Putrinya Dizalimi Juri LCC 4 Pilar Kalbar: Tetap Berani Suarakan Keadilan |
|
|---|
| Gibran Bisikkan Tips Debat dan Public Speaking untuk Ocha Jelang Final Ulang LCC 4 Pilar Kalbar |
|
|---|
| Sosok Juri Baru yang Bakal Kawal Final Ulang LCC 4 Pilar Kalbar, MPR Jamin Bebas Intervensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/wanita-curhat-suami-wfh-tapi-ogah-bantu-bantu-1.jpg)