Breaking News:

Berita Viral

Cemburu Berujung Maut, Sosok WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Terungkap

Kasus tragis cucu Mpok Nori terkuak, pelaku WNA Irak diduga nekat karena diliputi rasa cemburu.

Tribun Trends
Dewhinta Anggary (kiri) cucu Mpok Nori dibunuh oleh mantan suaminya (kanan). 

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus pembunuhan terhadap Dewhinta Anggary, cucu dari seniman Betawi legendaris Mpok Nori, mengungkap fakta memilukan. Pelaku diketahui merupakan pria warga negara asing asal Irak yang memiliki hubungan dekat dengan korban.

Kehidupan Korban yang Berubah

Di mata keluarga, Dewhinta Anggary dikenal sebagai pribadi yang baik, lembut, dan mudah bergaul. Ia juga dikenal penyayang terhadap keluarga, khususnya anak-anak, serta memiliki sikap yang cenderung mengalah dalam berbagai situasi.

Namun di balik sifatnya yang hangat, kehidupan pribadinya ternyata tidak berjalan mulus. Korban diketahui sempat menjalani hubungan pernikahan siri dengan pelaku yang kemudian berakhir pada awal 2026.

Setelah perpisahan tersebut, korban memilih tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jakarta Timur. Meski sudah berpisah, pelaku diduga masih kerap berada di sekitar tempat tinggal korban dan memantau aktivitasnya.

Perubahan gaya hidup korban yang mulai aktif bekerja dan memiliki banyak relasi disebut-sebut menjadi pemicu kecemburuan pelaku.

Motif Cemburu yang Memuncak

Polisi mengungkap bahwa motif utama dalam kasus ini diduga kuat karena rasa cemburu. Pelaku, yang diketahui bernama Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, merasa curiga terhadap aktivitas korban yang semakin luas di luar rumah.

Kecurigaan tersebut memicu konflik berkepanjangan di antara keduanya. Hubungan yang sebelumnya sudah retak semakin memburuk hingga akhirnya berujung tragedi.

Dalam penyelidikan, pelaku mengakui telah membawa senjata tajam dari rumahnya sebelum mendatangi korban. Fakta ini memperkuat dugaan adanya unsur perencanaan dalam aksi kejahatan tersebut.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tempat tinggalnya di kawasan Bambu Apus, Cipayung. Kejadian ini mengejutkan keluarga sekaligus publik karena latar belakang hubungan pribadi yang berujung kekerasan.

Pelarian dan Penangkapan Pelaku

Setelah melakukan aksinya, Rashad Fouad Tareq Jameel sempat melarikan diri dan membawa sejumlah barang milik korban, termasuk ponsel serta dokumen penting.

Pelaku diketahui berpindah-pindah lokasi, mulai dari wilayah Bogor hingga Sukabumi. Bahkan, ia sempat berniat mengakhiri hidupnya sebelum akhirnya membatalkan niat tersebut.

Pelariannya berlanjut hingga ke arah Pulau Sumatera dengan dugaan ingin kembali ke negara asalnya. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan aparat kepolisian.

Pelaku akhirnya ditangkap di ruas jalan tol menuju Pelabuhan Merak sebelum berhasil melarikan diri keluar negeri. Saat ini, ia telah diamankan dan menjalani proses hukum.

Proses Hukum dan Pendalaman Kasus

Pihak kepolisian menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Meski demikian, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana.

Rekaman CCTV serta pengakuan pelaku menjadi bukti penting dalam proses penyelidikan. Polisi juga terus menggali keterangan dari saksi dan keluarga korban untuk memperkuat konstruksi kasus.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa konflik personal yang tidak terselesaikan dapat berujung fatal. Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap korban dalam hubungan yang berpotensi mengandung kekerasan.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
Mpok Noricucu Mpok Nori dibunuh
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved