Breaking News:

Berita Viral

Profil Kompol Ega Prayudi, Polisi yang Basah Kuyup Hujan-hujanan Urai Macet, Anak Tukul Arwana

Inilah sosok Kompol Ega Prayudi, polisi yang basah kuyup hujan-hujanan ketika mengurai kemacetan di Jalur Nagrog, Kabupaten Bandung.

Editor: Galuh Palupi
Tribun Jabar.com/Adi Ramadhan/ Istimewa
PUTRA TUKUL ARWANA - Sosok polisi yang viral ketika mengurai kemacetan di jalur mudik Nagreg, Kabupaten Bandung, menerobos hujan dan kemacetan. Sosok polisi itu ternyata Kompol Ega Prayudi yang tak lain putra komedian senior Tukul Arwana. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNTRENDS.COM - Inilah sosok Kompol Ega Prayudi, polisi yang basah kuyup hujan-hujanan ketika mengurai kemacetan di Jalur Nagrog, Kabupaten Bandung.

Pada Sabtu (21/3/2026), Kasat Lantas Kompol Ega Prayudi terekam berjalan menyusuri jalur padat kendaraan di Jalan Nagrog, Kabupaten Bandung.

Kompol Ega Prayudi berusaha mengurai kemacetan dengan cara berjalan kaki untuk memastikan sendiri penyebab kepadatan kendaraan di wilayah turunan Nagrog.

Putra dari pelawak Tukul Arwana ini tak peduli dengan hujan yang sedang mengguyur.

Ia rela tubuhnya basah kuyup untuk menjalankan tugas sebagai polisi pengatur lalu lintas.

Memang, kondisi lalu lintas kala itu di kawasan tersebut sangat padat.

Baca juga: Sosok Polisi Jalan Kaki saat Hujan Urai Kemacetan, Ternyata Kompol Ega Prayudi Anak Tukul Arwana

Dan aksi tersebut sempat viral di media sosial.

PUTRA TUKUL ARWANA - Sosok polisi yang viral ketika mengurai kemacetan di jalur mudik Nagreg, Kabupaten Bandung, menerobos hujan dan kemacetan. Sosok polisi itu ternyata Kompol Ega Prayudi yang tak lain putra komedian senior Tukul Arwana.
PUTRA TUKUL ARWANA - Sosok polisi yang viral ketika mengurai kemacetan di jalur mudik Nagreg, Kabupaten Bandung, menerobos hujan dan kemacetan. Sosok polisi itu ternyata Kompol Ega Prayudi yang tak lain putra komedian senior Tukul Arwana. (Tribun Jabar.com/Adi Ramadhan/ Istimewa)

Tercatat berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, pada saat itu volume kendaraan mencapai 137.113 unit.

Di mana angka trsebut naik 6,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Waktu itu di Nagrog terjadi kepadatan peningkatan volume kendaraan. Kami harus mencari troublenya (Kendala) di mana. Saat itu saya berinisiatif berjalan kaki mencari untuk troublenya," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Senin (23/3/2026)

Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Kendaraan yang biasa digunakan untuk patroli tak bisa bergerak leluasa di tengah padatnya arus.

Sepeda motor pun sulit menembus rapatnya kendaraan.

Selain itu, Teknologi seperti drone atau pesawat tanpa awak, yang selama ini membantu pemantauan lalu lintas pun tidak dapat berfungsi maksimal akibat cuaca yang tidak mendukung.

"Mobil dan motor bahkan drone yang biasa kami mengecek untuk ekor itu tidak bisa kita fungsikan dengan maksimal. Makanya saya memilih untuk berjalan kaki agar saya mengetahui betul apa kendala yang ada di jalur itu," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Tags:
Ega PrayudiTukul ArwanaBandung
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved