Berita Viral
Buku Gibran End Game Ditarik dari Peredaran Usai Terjual Ribuan Eksemplar
Penulis tarik buku setelah klarifikasi hasil riset, penjualan disebut capai Rp1 miliar.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Ahli digital forensik Rismon Sianipar memutuskan menarik peredaran bukunya berjudul Gibran End Game yang sebelumnya telah beredar luas di masyarakat.
Keputusan ini diambil setelah ia mengakui adanya kekeliruan dalam hasil penelitian yang dituangkan dalam buku tersebut, khususnya terkait isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Terjual Ribuan Eksemplar
Buku setebal 280 halaman itu diketahui telah terjual sekitar 10 ribu eksemplar sejak dirilis pada awal Januari 2026.
Dengan harga Rp100 ribu per buku, total penjualan diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Informasi ini diungkap oleh Mikhael Sinaga, yang sebelumnya terlibat dalam manajemen distribusi buku tersebut.
Namun, setelah keputusan penarikan diumumkan, penjualan buku dihentikan dan peredarannya ditarik secara sepihak oleh penulis.
Proses Penulisan Jadi Sorotan
Mikhael juga menyoroti proses penulisan buku yang dinilai tidak biasa. Ia menyebut Rismon mampu menyelesaikan buku tersebut hanya dalam waktu sekitar 15 hari.
Hal ini memunculkan dugaan bahwa penulisan dilakukan dengan bantuan teknologi seperti kecerdasan buatan atau sudah dipersiapkan sebelumnya.
Selain itu, waktu rilis yang dinilai tergesa-gesa juga menjadi perhatian, karena buku tersebut diterbitkan tanpa menunggu kontribusi penulis lain yang disebut-sebut terlibat.
Kekecewaan dari Pendukung
Keputusan penarikan buku turut menimbulkan kekecewaan dari sejumlah pihak, termasuk relawan yang telah membeli buku dalam jumlah besar.
Salah satu relawan bahkan mengaku telah mengeluarkan sekitar Rp30 juta untuk membeli buku tersebut dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat.
Ia merasa dirugikan karena sebelumnya percaya bahwa isi buku merupakan hasil penelitian yang valid.
Rencana Terbitkan Buku Baru
Sebagai langkah lanjutan, Rismon menyatakan akan menulis buku baru sebagai bentuk koreksi terhadap penelitian sebelumnya.
Ia berencana menyelesaikan penulisan tersebut di kampung halamannya di Balige, Sumatera Utara, dengan harapan bisa menghasilkan kajian yang lebih lengkap dan akurat.
Menurutnya, pertemuan dengan Gibran juga menjadi salah satu faktor yang mendorongnya untuk melakukan klarifikasi dan perbaikan terhadap karya yang telah diterbitkan.
Respons dan Sikap Terbuka
Rismon juga menyampaikan bahwa pihak keluarga Jokowi bersikap terbuka terhadap kritik dan penelitian, selama dilakukan secara jujur dan tanpa kepentingan tertentu.
Hal ini disebutnya sebagai bentuk kedewasaan dalam menyikapi kritik publik, meski sebelumnya ia mengakui telah menyampaikan kritik dengan cara yang keras.
Sumber: TribunTrends.com
| Pemkot Jogja Beri Tempat Baru untuk Korban Little Aresha, Biaya Daycare Juga Digratiskan |
|
|---|
| Masinis KA Argo Bromo Anggrek Syok, Duga Sinyal Eror Penyebab Kecelakaan: Harusnya Maksimal Kuning |
|
|---|
| 1.720 SPPG Ditutup Sementara, Tetap Dapat Insentif Rp 6 Juta Per Hari, untuk Urus Berbagai Kebutuhan |
|
|---|
| Momen Sausan Selamat dari Kecelakaan Kereta Api Bekasi, Tabrakan Terjadi Usai Dirinya Buka Puasa |
|
|---|
| Nasib Sopir Taksi Green SM yang Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Kereta Api Bekasi, Kini Diamankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/RISMON-SIANIPAR-Ahli-digital-forensik-Rismon-Sianipar.jpg)