Berita Viral
Satu Hal yang Bikin Kades Hoho Tertekan Usai Gelar Seleksi Perangkat Desa, Bukan Soal Dipukul LSM
Kades Hoho mengaku tak takut tekanan dari LSM atau pihak luar, dia mengaku justru takut dengan tekanan dari tiga peserta yang sudah lolos seleksi
Penulis: joisetiawan
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Dedi Mulyadi menemui Hoho Alkaf (Kades Purwasaba) yang disorot karena dituding melakukan kecurangan dalam seleksi perangkat desa
- Hoho mengaku bukan tekanan dari LSM atau pihak luar yang paling membebani, melainkan dari tiga peserta yang sudah lolos seleksi
- Konflik memanas hingga terjadi pengeroyokan oleh oknum LSM saat aksi protes
TRIBUNTRENDS.COM - Di balik riuhnya konflik yang mencuat ke permukaan, ada tekanan batin yang tak banyak terlihat. Seorang kepala desa, yang sebelumnya hanya disibukkan urusan administratif, kini harus menghadapi gelombang protes, tudingan kecurangan, hingga aksi kekerasan yang mengguncang dirinya secara fisik dan mental.
Dalam situasi yang memanas itu, Dedi Mulyadi turun langsung menemui Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, untuk mendengar langsung duduk persoalan yang tengah menjadi sorotan publik.
Konflik Seleksi yang Berujung Ricuh
Permasalahan bermula dari proses seleksi perangkat desa di Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Welas Yuni Nugroho dituding melakukan kecurangan dalam proses tersebut.
Tudingan itu memicu gelombang protes dari sejumlah peserta yang tidak lolos. Bahkan, situasi sempat memanas hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap dirinya, yang diduga dilakukan oleh oknum LSM yang mendampingi salah satu peserta.
Peristiwa itu menjadi viral setelah beredar video yang memperlihatkan dirinya keluar dari kantor desa dengan pakaian terkoyak.
Baca juga: Camat Mandiraja Buka Suara Soal Kades Hoho & LSM Harimau, Mosi Tidak Percaya Berujung Pengeroyokan
Klarifikasi yang Tak Pernah Cukup
Di hadapan Dedi Mulyadi, Hoho mengungkapkan bahwa upaya klarifikasi sebenarnya telah dilakukan berulang kali.
Ia menyebut, para peserta yang memprotes hasil seleksi sudah dua kali melakukan audiensi, yang turut dihadiri berbagai pihak, mulai dari dinas terkait, camat, hingga inspektorat.
"Sudah audiensi, sudah dijawab semua sama dinas, camat, inspektorat juga datang, pemerintah datang semua.
Mereka masih enggak percaya, audiensi lagi lah kemarin di kecamatan, dengan pertanyaan yang sama sudah dijawab juga," ujarnya.
Namun, penjelasan tersebut rupanya belum mampu meredakan kecurigaan.
Desakan Ulang Ujian yang Terus Menggema
Meski rekomendasi hasil seleksi telah keluar, tuntutan untuk mengulang proses seleksi terus disuarakan.
"Cuma tetap minta untuk diulang ujiannya, untuk dibatalkan, padahal rekom (rekomendasi) sudah keluar lama," kata Hoho.
Padahal, secara aturan, tiga peserta dengan nilai tertinggi seharusnya sudah dilantik setelah rekomendasi diterbitkan.
Tekanan Datang dari Arah Tak Terduga
Menariknya, hal yang paling membebani pikiran Welas Yuni Nugroho bukanlah tekanan dari pihak luar atau LSM, melainkan justru dari mereka yang telah dinyatakan lolos seleksi.
Sumber: TribunTrends.com
| Juri LCC 4 Pilar Tak Akan Minta Maaf ke SMAN 1 Pontianak, MPR Tegaskan Cukup Diwakili Sekjen |
|
|---|
| Rahasia Kedisiplinan Ocha yang Bikin Orang Tua Khawatir: Pendiam, Suka Belajar hingga Larut Malam |
|
|---|
| Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Tak Ada Larangan Nobar Film Pesta Babi: Biarkan Rakyat Menonton |
|
|---|
| Ditjen PAS Bongkar Rahasia Ferdy Sambo Bisa Kuliah Gratis dari Dalam Penjara Sejak Juli 2024 |
|
|---|
| Setelah 13 Tahun Bungkam, Santriwati Senior Korban Kiai Ashari Pati Muncul: Kejadian Sejak 2013 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Hoho-Alkaff-kades-bertato-asal-Banjarnegara-menjadi-korban-pengeroyokan.jpg)