Berita Viral
Jalan Rusak 10 Tahun, Warga Nganjuk Tebar Lele dan Tanam Pisang
Kesal tak kunjung diperbaiki, warga protes unik. Bupati minta masyarakat bersabar.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Warga Dusun Bandung, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, meluapkan kekecewaan mereka terhadap kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki selama sekitar 10 tahun.
Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang di tengah kubangan jalan yang dipenuhi genangan air, Senin (2/3/2026). Tak hanya itu, mereka juga menebarkan ikan lele ke dalam lubang-lubang besar yang tergenang air di badan jalan tersebut.
Aksi itu sontak menarik perhatian. Tak lama setelah ditebar, ikan-ikan lele menjadi rebutan warga. Hasilnya kemudian dimasak untuk lauk berbuka puasa.
Protes karena Jalan Tak Kunjung Diperbaiki
Jalan yang rusak tersebut merupakan akses utama menuju sentra pengrajin batu bata, sumber penghasilan utama warga setempat. Kerusakan yang dibiarkan bertahun-tahun dinilai menghambat aktivitas ekonomi.
Rina, salah satu warga, menyebut aksi tersebut sebagai simbol kekecewaan masyarakat.
“Ini bentuk protes dari warga kami, karena saking kesalnya jalan tidak juga diperbaiki. Terus kita apresiasinya berupa penanaman pohon pisang sama menebar lele,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, warga sudah berulang kali mengajukan perbaikan, namun belum mendapatkan respons yang jelas. Ia juga menyayangkan sikap pemerintah desa yang dinilai lamban karena baru mengetahui status jalan tersebut merupakan jalan desa.
“Ini sudah 10 tahun rusak jalannya,” terangnya.
Penjelasan Kepala Desa
Kepala Desa Betet, Suhartini, mengaku baru mengetahui beberapa hari sebelumnya bahwa jalan tersebut berstatus jalan desa.
“Itu hari Kamis kemarin jam 10.00 WIB tahunya saya bahwa jalan ini ternyata jalan desa. Kita tahunya bukan saya saja selaku kepala desa, tapi perangkat desa yang lain itu mengklaim ini jalan kabupaten,” tuturnya.
Ia menjelaskan, karena jalan tersebut merupakan perempatan penghubung antarwilayah, selama ini pihak desa mengira itu merupakan kewenangan kabupaten.
Ke depan, pihak desa berencana menggunakan anggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 untuk memperbaiki jalan jika belum dianggarkan oleh dinas terkait.
Bupati Minta Warga Bersabar
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memastikan jalan rusak tersebut akan segera ditangani melalui skema darurat.
“Saya (sudah) keliling dari Tanjunganom hingga melewati Desa Kampung Baru, jalannya halus-halus semua. Di sini ini memang yang paling jelek,” ujarnya.
Ia menilai aksi warga merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang wajar. “Wajar kalau warga menyampaikan aspirasi, bahkan dengan cara simbolik seperti menanam pohon pisang sebagai pengingat bagi pemerintah,” lanjutnya.
Sumber: TribunTrends.com
| Trauma Psikis, Kondisi Anak yang Pernah Dibekap di Daycare Little Aresha, Pendiam Tak Berani Cerita |
|
|---|
| Motif Pengasuh Daycare Little Aresha Ikat Kaki & Tangan Anak-anak, Kapolresta Yogya: Tidak Mau Repot |
|
|---|
| Ketakutan Anak-anak saat Diantar ke Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sakit-sakitan, Luka yang Sama |
|
|---|
| Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha, Pemilik Diduga Hakim, Ahmad Sahroni: Pecat, Lanjut Pidanakan |
|
|---|
| Ulah Keji Pengasuh Daycare Little Aresha Yogyakarta, Kamar 3x3 m Diisi 20 Anak, Sakit Ditelantarkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/kesal-dengan-bupati-warga-tebar-lele-dijalan.jpg)