Berita Viral
Kalah Lomba Lari, Anak Oknum Polisi Pukul Bocah 9 Tahun Salah Sasaran
Seorang bocah berusia 9 tahun menjadi korban pemukulan usai lomba lari di Depok. Ironisnya, korban disebut salah sasaran,
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi dan menyita perhatian publik. Seorang bocah laki-laki berinisial F (9) menjadi korban pemukulan dan penyeretan oleh sekelompok anak, usai lomba balap lari di Gang Masjid, Curug, Cimanggis, Kota Depok.
Ironisnya, bocah tersebut disebut bukan peserta lomba lari, melainkan korban salah sasaran. Salah satu pelaku diketahui merupakan anak anggota kepolisian.
Kronologi Kejadian
Ibu korban, Widya, menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (25/2/2026). Saat itu, ia tengah berada di rumah mengurus keempat anaknya.
Di sekitar lokasi rumah, dua anak laki-laki berinisial R (11) dan T diketahui sedang mengikuti lomba balap lari. Dalam perlombaan tersebut, R mengalami kekalahan.
Tak terima kalah, R kemudian meminta bantuan seorang rekannya yang berusia sekitar 20 tahun untuk mencari T.
“Setelah dicari, anak yang ikut lomba lari tidak ketemu. Mereka malah ketemu anak saya yang baru keluar rumah. Anak saya langsung dipukulin,” ujar Widya, Jumat (27/2/2026).
Terekam CCTV, Korban Diseret dan Dipukul
Aksi kekerasan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman, terdengar jeritan tangis korban dari arah luar kamera.
Tak lama kemudian, terlihat F diseret oleh seorang pemuda dan dikerumuni beberapa anak lainnya. Bahkan, seorang anak yang diduga R tampak memukul punggung korban menggunakan sandal jepit.
Widya mengetahui kejadian tersebut setelah seorang anak datang ke rumah dan memberitahukan bahwa putranya dipukuli.
Ibu Korban Tegaskan Anak Salah Sasaran
Merasa anaknya tidak terlibat dalam lomba lari, Widya berusaha menghubungi pihak keluarga pelaku untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban.
Ia menegaskan, anaknya murni menjadi korban salah sasaran dan tidak memiliki masalah dengan siapa pun.
“Yang saya tahu dari saksi, anak saya dipukulin sama anak oknum, itu yang mukulin,” kata Widya.
Kasus ini kemudian dimediasi di Polsek Cimanggis dan diselesaikan melalui mekanisme restorative justice, dengan penandatanganan surat pernyataan damai.
Ibu Korban Nilai Permintaan Maaf Tak Tulus
Meski perkara telah diselesaikan secara kekeluargaan, Widya mengaku masih menyimpan kekecewaan.
Menurutnya, permintaan maaf yang disampaikan pihak pelaku tidak menunjukkan ketulusan sebagai bentuk empati terhadap korban.
Sumber: TribunTrends.com
| Ashari Kiai Cabul di Pati Chat Santriwati Minta Ditemani Tidur, Ayah Korban Diancam, Kasus Mandek |
|
|---|
| Stradenine Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 M, Cuma Rp 179 Ribu, Owner: Gak Terima Pesanan |
|
|---|
| Bukan Rafid Ihsan Lubis, Pemilik Daycare Little Aresha Ternyata Ketua Yayasannya, Diyah Kusumastuti? |
|
|---|
| Cara Licik AFT Memanfaatkan Suami Berkebutuhan Khusus demi Habisi Nyawa Mertua di Pekanbaru |
|
|---|
| Rekam Jejak Ketua Yayasan Daycare Little Aresha, Residivis Kasus Korupsi, Dihukum Penjara 3 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/anak-oknum-polisi-hajar-anak-saat-kalah-lomba-lari.jpg)