Khamenei Tewas, Menteri Pertahanan AS: Amerika Tidak Memulai Konflik Ini, tapi Kami Mengakhirinya
Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika, Pete Hegseth Menteri Pertahanan AS tegaskan Amerika tidak memulai konflik.
Editor: Febriana Nur Insani
Ringkasan Berita:
- Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) hingga menewaskan Ayatollah Ali Khamenei sang pemimpin tertinggi
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah
- Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menegaskan Amerika Serikat tidak memulai konflik tetapi akan mengakhirinya
TRIBUNTRENDS.COM - Dunia internasional kini tengah dihebohkan dengan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas.
Bersama Israel, Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut cukup berdampak, pasalnya, Ayatollah Ali Khamenei yang selama ini dikenal sebagai pemimpin tertinggi Iran, dilaporkan tewas.
Ayatollah Ali Khamenei tewas di kompleksnya yang berada di Teheran.
Putri, menantu, hingga cucunya juga dilaporkan tidak selamat dalam serangan tersebut.
Pemerintah Iran kemudian mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional.
Tak cuma itu, mereka juga memberlakukan 7 hari libur nasional.
Terkait kekosongan jabatan, ada tiga sosok yang akan menggantikan sementara tugas Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Mereka adalah Presiden Iran, ketua pengadilan, serta anggota Dewan Wali Iran.
Hal tersebut dibeberkan Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Mokhber.
Pernyataan Trump
Serangan yang menewaskan Khamenei merupakan bagian dari operasi militer besar yang dinamai “Operation Epic Fury”.
Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan sekitar 900 serangan dalam 12 jam ke berbagai target di Iran, termasuk pangkalan militer, fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara, dan gedung pemerintahan.
Baca juga: Reza Pahlavi Putra Mahkota Iran Sebut Khamenei Masuk Tong Sampah Sejarah, Ajak Militer Membelot!
Kompleks tempat Khamenei berada menjadi salah satu sasaran utama dalam serangan pembuka yang disebut sebagai awal dari rangkaian serangan yang diperkirakan berlangsung beberapa hari.
Tubuh Khamenei ditemukan terluka akibat pecahan proyektil di antara puing-puing bangunan yang hancur. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian tersebut melalui Truth Social.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, sudah mati,” tulisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Menteri-Pertahanan-AS-Pete-Hegseth-soal-tewasnya-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg)